< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 10 of 10

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

252

H a l a m a n

KESIMPULAN

Status kepemilikan lahan yang ada di

wilayah Gedebage yang didominasi tanah

adat dan SHM merupakan salah satu faktor

yang memudahkan pengembang untuk

menguasai tanah di kawasan Gedebage

untuk dikembangkan menjadi kawasan

perumahan real estat. Dengan telah

didapatnya izin prinsip, izin lokasi, dan telah

dikuasainya tanah dari pemilik tanah lama,

maka pengembang dapat mengalihkan

status tanah menjadi Hak Guna Bangunan.

Penguasaan tanah ini diwujudkan dalam

sebuah sertifikat induk yang dimiliki atas

nama pengembang dengan status Hak

Guna Bangunan. Kawasan dengan status

tanah didominasi HGB menandakan bahwa

kawasan

itu

banyak

dikuasai

oleh

pengembang perumahan yang memiliki

sertifikat HGB atas tanah tersebut. Sertifikat

HGB induk dapat di-split ke masing-masing

konsumen pembeli rumah menjadi sertifikat

HGB masing-masing petak tanah rumah.

HGB tersebut dapat ditingkatkan statusnya

menjadi sertifikat Hak Milik oleh masing-

masing pemilik tanah/rumah dengan

persyratan-persyaratan tertentu.

Faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi

pesatnya

perkembangan

kawasan

perumahan di Gedebage adalah (1)

kebijakan pengembangan kawasan yang

jelas, (2) lokasi strategis, (3) kemudahan

pembebasan tanah karena status tanah

dan harga yang masih relatif murah, (4)

preferensi pengembang (5) preferensi

konsumen perumahan, (6) kondisi geografis

dan topologis yang memudahkan untuk

proses

pematangan

lahan

dan

pembangunan rumah, (7) dan lain-lain.

Demikianlah uraian mengenai potensi dan

kendala

pengembangan

kawasan

perumahan di Gedebage, ditinjau dari aspek

tanah dan preferensi/minat pengembang

perumahan real estat.

UCAPAN TERIMA KASIH

Artikel ini merupakan salah satu hasil

penelitian Hibah Kompetitif Penelitian

Sesuai prioritas Nasional DIKTI di bidang

perumahan yang diterima oleh Kelompok

Bidang Keahlian Perumahan Permukiman,

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan

Pengembangan Kebijakan, ITB. Penulis

berterima kasih kepada segenap tim

pelaksana penelitian, Ir. Ismet B. Harun,

MSc, PhD (Periset Utama); Dr. Allis Nurdini,

ST,MT; Syahyu Desrina, ST, MT, dan

Syamsirina, ST, MT. Penulis merupakan

salah satu anggota tim riset tersebut.

DAFTAR REFERENSI

Hilfan, Maman (2001). Perkembangan

Lokasi Perumahan di Wilayah Gedebage,

Kota Bandung. Jurnal Dimensi Teknik

Arsitektur, Vol. 32 No. 2 Desember

2004, hal. 157-160. Jurusan Teknik

Arsitektur, FTSP, Universitas Kristen

Petra.

Harun,

Ismet

B.

(2009).

Prospek

Pencadangan Lahan perumahan untuk

Masyarakat Berpenghasilan rendah oleh

Pemerintah Daerah. Kelompok Bidang

Keahlian

Perumahan

Permukiman,

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan

Pengembangan Kebijakan, ITB. LPPM

ITB, Bandung.

Dwi Pratiwi, Wiwik (2005). Mekanisme

Pasar Tanah dan Tata Ruang Kawasan

Permukinan di Bandung Utara. Buku

Penelitian Institut Teknologi Bandung,

hal. 315-324. LPPM ITB, Bandung.

BPS Kota Bandung. Hasil Registrasi

Penduduk 2002.

Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung

(RTRW Kota Bandung).

Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) 1960.

http://id.wikipedia.org/wiki/

Hak_atas_tanah

.

Oktober 2010.

Ilhamdaniah