< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 3 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

245

H a l a m a n

Meningkatnya kebutuhan perumahan ini

mengakibatkan perkembangan perumahan

di Kota Bandung berimbas pada daerah

pinggiran

Kota

Bandung,

akibat

keterbatasan lahan di pusat kota dan harga

tanah yang masih relatif terjangkau di

daerah pinggiran kota. Salah satu kawasan

yang tinggi tingkat pertumbuhan perumahan

dan permukimannya adalah kawasan

Bandung Timur, terutama untuk segmen

perumahan menengah ke bawah.

Macam-macam Hak Atas Tanah

Sebelum mengkategorisasi data status

tanah/hak atas tanah berdasarkan zona,

terlebih

dahulu

dipaparkan

deskripsi

mengenai status kepemilikan tanah.

Definisi hak atas tanah adalah hak yang

memberi wewenang kepada seseorang yang

mempunyai hak untuk mempergunakan atau

mengambil manfaat atas tanah tersebut. Hak

atas tanah berbeda dengan hak penggunaan

atas tanah.

Ciri khas dari hak atas tanah adalah

seseorang yang mempunyai hak atas tanah

berwenang untuk mempergunakan atau

mengambil manfaat atas tanah yang

menjadi haknya. Hak–hak atas tanah yang

dimaksud ditentukan dalam pasal 16 jo

pasal 53 UUPA, antara lain:

1. Hak Milik

2. Hak Guna Usaha

3. Hak Guna Bangunan

4. Hak Pakai

5. Hak Sewa

6. Hak Membuka Tanah

7. Hak Memungut Hasil Hutan

8. Hak-hak lain yang tidak termasuk dalam

hak-hak tersebut di atas yang ditetapkan

oleh undang-undang serta hak-hak yang

sifatnya

sementara

sebagaimana

disebutkan dalam pasal 53.

Dalam pasal 16 UU Agraria disebutkan

adanya dua hak yang sebenarnya bukan

merupakan hak atas tanah yaitu hak

membuka tanah dan hak memungut hasil

hutan karena hak–hak itu tidak memberi

wewenang untuk mempergunakan atau

mengusahakan tanah tertentu. Namun

kedua hak tersebut tetap dicantumkan

dalam pasal 16 UUPA sebagai hak atas

tanah

hanya

untuk

menyelaraskan

sistematikanya dengan sistematika hukum

adat. Kedua hak tersebut merupakan

pengejawantahan (manifestasi) dari hak

ulayat.

Dalam Undang-undang Pokok Agraria

(UUPA), hak–hak atas tanah dikelompokkan

sebagai berikut:

A. Hak atas tanah yang bersifat tetap:

Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna

Bangunan, Hak Pakai, Hak Sewa Tanah

Bangunan dan Hak Pengelolaan.

B. Hak

atas

tanah

yang

bersifat

sementara:

Hak Gadai, Hak Usaha Bagi Hasil, Hak

Menumpang, dan Hak Sewa Tanah

Pertanian.

Hak terkuat dan terpenuh yang dapat

dipunyai orang atas tanah adalah hak milik.

Hak Guna Bangunan dan Hak Guna Usaha.

Sebagian besar dari hak ini adalah hasil

konversi dari hak-hak barat sebagai

kelanjutan dari masa sebelum Undang-

undang Pokok Agraria.

Ilhamdaniah

Tipe

Rumah

2000

2010

2020

Total

Sederhan

a

146.429

188.000

240.882

708.635

Menengah

73.214

94.000

120.441

354.318

Mewah

24.405

31.333

40.147

118.106

244.408

313.333

401.469

1.181.058

Tabel 3.

Penyediaan Perumahan Secara Formal oleh

Pengembang di Kota Bandung

Sumber: Penelitian Maman Hilfan (2005)