< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 4 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

246

H a l a m a n

STUDI KASUS KOTA BANDUNG

Data Status/Hak Atas Tanah Di Kota

Bandung

Untuk mengkaji pengembangan kawasan

perumahan dari aspek status tanah untuk

perumahan di Kecamatan Gedebage, perlu

dikaji sebaran status hak atas tanah di Kota

Bandung. Dengan melihat data status tanah

tersebut, peneliti dapat melihat bagaimana

potensi/kendala/tantangan

penyediaan

tanah untuk pengembangan perumahan di

atas tanah dengan berbagai status. Di

antara berbagai status tanah tersebut

antara lain tanah yang saat ini sudah

dimiliki masyarakat dengan status Hak

Milik, dimiliki pengembang atau pembeli

perumahan dari pengembang dengan status

Hak Guna Bangunan, atau di atas tanah lain

dengan status Hak Pengelolaan, Hak Pakai

dan lain-lain. Data ini didapat dari Data

Status Tanah dari Kantor Badan Pertanahan

Nasional (BPN) Kota Bandung.

Data status tanah itu masih perlu dianalisis

lebih lanjut untuk melihat bagaimana

prospek pencadangan tanah di berbagai

wilayah di Kota Bandung, baik itu di pusat

kota, di pinggiran kota, maupun di wilayah

pengembangan baru. Untuk keperluan

analisis, keseluruhan wilayah kelurahan dan

kecamatan Kota Bandung dikategorisasi

menjadi 5 kelompok zona. Kelompok/zona

ini didasarkan pada letak geografisnya

terhadap pusat kota. Untuk selanjutnya

masing-masing kelompok ini kita namai

sesuai dengan kedekatannya pada pusat

kota. Berikut adalah uraiannya.

Pembagian

zona

kota

berdasarkan

kedekatannya dengan pusat kota.

1. Zona 1 merupakan zona pusat kota.

2. Zona 2/Ring 2 merupakan zona transisi

pusat kota; letaknya mengelilingi Zona 1.

3. Zona 3/Ring 3 merupakan zona transisi

pinggiran kota; letaknya mengelilingi

Zona 2.

4. Zona 4/Ring 4 merupakan zona

pinggiran kota; letaknya mengelilingi

Zona 3.

5. Zona 5 merupakan zona pengembangan

baru; letaknya di wilayah timur Kota

Bandung.

Pada prinsipnya pembagian zona ini

berbeda dengan pembagian kecamatan.

Pembagian kecamatan adalah pembagian

administratif, pembagian zona kota adalah

pembagian berdasarkan letak geografisnya

terhadap pusat kota. Unit terkecil penyusun

zona ini juga buka kecamatan, melainkan

kelurahan. Jadi ada kelurahan-kelurahan

yang dalam satu kecamatan namun bisa

saja berada pada zona kota yang berbeda,

tergantung lokasinya secara geografis

terhadap pusat kota.

Namun

demikian,

terdapat

kesulitan

mengkategorisasi status tanah karena

terdapat perbedaan unit analisis dari data

BPN. Data BPN sepenuhnya direkap

berdasarkan

kecamatan.

Karena

ini

pembagian zona kota tersebut masih harus

disesuaikan

lagi

dengan

kecamatan.

Komprominya, apabila dalam kecamatan

tersebut

sebagian

besar

wilayahnya

termasuk dalam zona tertentu (2,3 atau 4)

maka kecamatan tersebut digolongkan

dalam zona (2, 3 atau 4) tergantung mana

yang terbanyak.

Dengan klasifikasi tersebut, berikut adalah

penggolongan kecamatan berdasarkan zona

kota.

1. Zona 1 merupakan zona pusat kota;

meliputi kecamatan Sumur Bandung.

2. Zona 2/Ring 2 merupakan zona transisi

pusat kota; letaknya mengelilingi Zona

1, terdiri dari kecamatan Astana Anyar,

Bandung

Wetan,

Batununggal,

Bojongloa

Kaler,

Coblong,

Kiara

Cicendo,

Andir danAntapani.

3. Zona 3/Ring 3 dan Zona 4/Ring 4

merupakan zona transisi, yaitu zona

transisi pusat kota dan zona transisi

pinggiran kota; terdiri dari kecamatan

Arcamanik,Babakan Ciparay,Bandung

Kidul,Bandung Kulon,Bojongloa Kidul,

Cibeunying Kaler,Cibeunying Kidul,

Ilhamdaniah