< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7

Page 3 of 7
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

265

H a l a m a n

pengawasan dalam menekan terjadinya

risiko.

Ketiga,

peraturan

atau

kebijakan

pengelolaan

risiko.

Praktik-praktik

pengukuran dan pengelolaan risiko modern

termasuk kemampuan untuk melakukan

sekuritasi aset terus meningkat, misalnya

dengan terbitnya Basel Accord II (sumber :

Harian Bisnis Indonesia, 21 Maret 2007)

Good Corporate Governance

Forum for Corporate Governance

in Indonesia

peraturan yang menetapkan hubungan

antara pemegang saham, pengurus, pihak

kreditur, pemerintah, karyawan serta para

pemegang kepentingan intern dan ekstern

lainnya sehubungan dengan kata hak-hak

dan kewajiban mereka atau dengan kata

lain

sistem

yang

mengarah

dan

Organisasi wajib menerapkan praktik

Good Corporate Governance

diperkuat dengan diterbitkannya pedoman

Good Corporate Governance

oleh

Komite

Nasional

Kebijakan

Governance

setiap organisasi yang sahamnya telah

tercatat di bursa efek, perusahaan negara,

perusahaan daerah, perusahaan yang

menghimpun

dan

mengelola

dana

masyarakat, dan perusahaan-perusahaan

yang produk atau jasanya digunakan oleh

masyarakat luas, serta perusahaan yang

mempunyai

dampak

luas

terhadap

Good

Corporate Governance

Selain itu, Komite Nasional Kebijakan

Governance

Good

Corporate

Governance

(GCG)

Perbankan Indonesia yang merupakan

pelengkap dan bagian tak terpisahkan dari

pedoman

umum

Good

Corporate

Governance

(GCG).

Pedoman

ini

dimaksudkan sebagai pedoman khusus

bagi

perbankan

untuk

memastikan

terciptanya bank dan sistem perbankan

yang sehat. Dalam melaksanakan kegiatan

usahanya bank harus menganut prinsip-

prinsip, sebagai berikut :

Transparency)

Dalam

melaksanakan

kegiatan

usahanya bank harus menganut prinsip

keterbukaan.

Accountability)

Bank memiliki ukuran kinerja dari semua

jajaran bank berdasarkan ukuran-ukuran

corporate values

Responsibility)

prudential banking

practices

ketentuan yang berlaku sebagai wujud

tanggung jawab bank.

Independency)

Dalam pengambilan keputusan harus

objektif dan bebas dari tekanan pihak

manapun.

Fairness)

Senantiasa memperhatikan kepentingan

stakeholders

Good

Corporate Governance

KNKCG, 2004)

Menurut Mas Achmad Daniri dan Angela

Indirawati

(2009:1)

dalam

artikelnya

“Meningkatkan daya saing perusahaan

melalui Good Governance” bahwa didalam

Pedoman Umum Corporate Governance

yang

dikeluarkan

oleh

KNKG

merekomendasikan agar dibuat sistem

manajemen

risiko

dan

pengendalian

internal. Manajemen risiko dimaksudkan

agar perusahaan dapat mengidentifikasikan

risiko apa saja yang sebenarnya dihadapi

dan dampak dari risiko tersebut, baik dari

setiap aktivitas operasional, maupun dari

kondisi internal dan eksternal yang terkait

dengan operasional perusahaan. Dengan

mengetahui risiko yang ada, maka kita

dapat lebih fokus dalam menyusun strategi

dan langkah yang jitu untuk mengatasi dan

mengurangi kemungkinan risiko tersebut

terjadi.

Good Corporate Governance

(GCG) dalam organisasi merupakan salah

satu

penjabaran

dari

terlaksananya

mekanisme pengelolaan resiko organisasi

melalui sistem yang dirancang dalam

rangka mengidentifikasi dan menganalisa

resiko yang mungkin terjadi, baik yang

timbul karena faktor eksternal maupun

faktor internal yang berpotensi menghambat

Isniar Budiarti