< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7

Page 4 of 7
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

266

H a l a m a n

pencapaian tujuan

Good Corporate Governance

Good

Corporate Governance

yang dikeluarkan oleh Komite Nasional

Kebijakan Corporate Governance, Januari

2004 adalah “suatu tata kelola yang

mengandung lima prinsip utama yaitu

transparency)

accountability)

tanggung

jawab

responsibility)

independensi

independency)fairness)

Sedangkan berdasarkan Keputusan

Menteri Badan Usaha Milik Negara No.Kep

117 / M-MBU / 2002 tanggal 1 Agustus

Corporate Governance

“Suatu proses dan struktur yang digunakan

oleh organ BUMN untuk meningkatkan

keberhasilan usaha dan akuntabilitas

perusahaan

guna

mewujudkan

nilai

pemegang saham dalam jangka panjang

dengan tetap memperhatikan kepentingan

stakeholder

lainnya,

berlandaskan

Peraturan Perundangan dan nilai-nilai

etika.”

The Organization for

Economic Cooperation and Development

sebagaimana

dikutip

oleh

Wahyudin

Zarkasyi (2008 : 35), Tata kelola

good corporate

governance

stakeholders

dan manajer menyusun tujuan perusahaan

dan sarana untuk mencapai tujuan tersebut

dan mengawasi kinerja. Hal senada

Calbury Comitte (2003),

good corporate governanceA set of

rules that define a relationship between

shareholders, manager, creditor the

government, employee and other internal

and external stakeholder in respect to their

and responshibilities.”

Sedangkan menurut Tricker (2003),

tata kelola merupakan “ istilah yang muncul

dari interaksi di antara manajemen,

pemegang saham, dan dewan direksi serta

pihak terkait lainnya, akibat adanya

ketidakkonsistenan antara “apa” dan “apa

yang seharusnya”, sehingga isu tata kelola

perusahaan muncul”.

Dari berbagai pengertian tersebut,

good

corporate governance

merupakan suatu system (input, proses,

output) dan seperangkat peraturan yang

mengatur hubungan antara berbagai pihak

yang

berkepentingan

stakeholders

terutama dalam arti sempit hubungan

antara pemegang saham, dewan komisaris,

dan dewan direksi demi tercapinya tujuan

perusahaan. GCG dimasukkan untuk

mengatur hubungan-hubungan ini dan

mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan

signifikan dalam strategi perusahaan dan

untuk memastikan bahwa kesalahan-

kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki

dengan segera.

Pilar

Pendukung

Good

Corporate

Governance

Penerapan GCG perlu didukung

oleh tiga pilar yang saling berhubungan,

yaitu negara dan perangkatnya sebagai

regulator, dunia usaha sebagai pelaku

pasar, dan masyarakat sebagai pengguna

produk dan jasa dunia usaha. Prinsip dasar

yang harus dilaksanakan oleh masing-

masing pilar adalah :

1) Negara dan perangkatnya

Menciptakan

peraturan

perundang-

undangan yang menunjang iklim usaha

yang sehat, efisien dan transparan,

melaksanakan peraturan perundang-

undangan dan penegakan hukum secara

consistent law enforcement

2) Dunia Usaha

Sebagai pelaku pasar menerapkan GCG

sebagai pedoman dasar pelaksanaan

usaha.

3) Masyarakat

Sebagai pengguna produk dan jasa

dunia usaha serta pihak yang terkena

dampak dari keberadaan perusahaan,

menunjukkan

kepedulian

dan

sosial control

secara obyektif dan bertanggung jawab.

Prinsip Good Corporate Governance

Pengaturan dan implementasi GCG

memerlukan

komitmen

dari

top

Isniar Budiarti