< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 6 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

170

H a l a m a n

105) bahwa sikap seseorang pada suatu

objek merupakan manifestasi dari kognitif,

afektif dan konatif yang saling berinteraksi

memahami, merasakan dan berperilaku.

Dalam sikap yang positif reaksi seseorang

terhadap suatu pekerjaan, maka mereka

cenderung menyenangi dan melaksanakan

pekerjaan tersebut.

Selanjutnya Lukman M. Baga

(2003 : 13) menyatakan bahwa Peran

seorang wirausaha koperasi berbeda

dengan

wirausaha

pada

umumnya.

Wirausaha manajer koperasi tidak bekerja

sendirian, melainkan bersama dengan

anggotanya. Oleh karenanya, seorang

wirausaha manajer merupakan seorang

pemimpin.

Pemimpin

yang

diikuti

anggotanya,

dan

juga

yang

mengembangkan sumberdaya yang dimiliki

anggotanya, termasuk sumberdaya manusia

anggota untuk mengembangkan dan

memanfaatkan

peluang

pasar

yang

tersedia.

Secara

parsial

bahwa

sikap

wirausaha manajer berpengaruh secara

positif dan signifikan terhadap implementasi

strategi pemasaran sebesar 0,37,48.

Keadaan ini mengindikasikan bahwa

implementasi strategi pemasaran 37,48

persen ditentukan oleh sikap wirausaha

manajer. Hal ini membuktikan bahwa

variabel

sikap

wirausaha

manajer

merupakan faktor penting yang dapat

memprediksi

implementasi

strategi

pemasaran.

Temuan

ini

sesuai

dengan

pendapat Bayu krisnamurthi (2002 : 6)

bahwa

Jiwa

wirausaha

koperasi

mencerminkan jiwa perwira (unggul) yang

tidak hanya bersifat inovatif, tapi juga

memiliki kegigihan serta dedikasi tinggi

terhadap bidang usaha yang digarap,

percaya diri dan mampu mengkalkulasi

resiko,

sabar

dan

kreatif

dalam

memecahkan berbagai masalah yang

dihadapi. Selain itu wirausaha manajer

harus dapat melayani kebutuhan untuk

kegiatan usaha dan membantu menjual

produksi yang mereka hasilkan. Marver

dan Slatter (1998 : 13) dalam penelitiannya

menyimpulkan bahwa untuk dapat unggul

bersaing di pasar, wirausaha manager

harus melaksanakan 3 kegiatan yaitu

orientasi konsumen, orientasi pesaing dan

koordinasi antar fungsi. Orientasi pasar

yang dilaksanakan koperasi agar dalam

persaingan pasar bisa dipertahankan harga

jual barang/jasa sedemikan rupa dengan

tetap memperhatikan gerakan pesaing,

bahkan ikut mengendalikan harga jual

barang/jasa.

Secara parsial partisipasi anggota

berpengaruh positif dan signifikan terhadap

implementasi strategi pemasaran sebesar

0,5192, artinya variasi implementasi

strategi pemasaran secara parsial 51,92

persen ditentukan oleh variasi partisipasi

anggota. Hal ini membuktikan bahwa

partisipasi anggota merupakan faktor

penting dalam menentukan implementasi

strategi pemasaran.

Hasil temuan ini sesuai dengan

pendapat Hanel (2005 : 133) bahwa

peningkatan pelayanan yang efisien melalui

penyediaan

barang

dan

jasa

oleh

perusahaan

koperasi

akan

menjadi

perangsang penting bagi anggota untuk

turut memberikan kontribusinya bagi

pembentukan dan pertumbuhan koperasi.

Dalam hal ini intensitas perangsang yang

dikehendaki para anggota itu, sangat

berkaitan erat dengan seberapa jauh

barang dan jasa tersebut memenuhi

kebutuhan yang secara subyektif dirasakan

oleh masing-masing anggota, sehingga

dapat meningkatkan kepentingan rumah

tangga, usaha tani atau unit usahanya.

Pengaruh Sikap Wirausaha Manajer, dan

Partisipasi Anggota Terhadap Kinerja Usaha

Koperasi.

Secara simultan, besarnya pengaruh

variabel sikap wirausaha manajer dan

partisipasi anggota terhadap kinerja usaha

koperasi sebesar 85,56 persen,

sedangkan sisanya sebesar 14,46 persen

disebabkan oleh faktor-faktor lain yang

tidak diteliti, yang diduga dari faktor

internal yaitu pengurus, faktor eksternal

yaitu peran pemerintah dan pihak katalis

koperasi

Kartib Bayu