< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 2 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

176

H a l a m a n

teristik LDR terdiri dari dua macam yaitu Laju

Recovery dan Respon Spektral:

1. Laju Recovery

Bila sebuah LDR dibawa dari suatu ruangan

dengan level kekuatan cahaya tertentu ke

dalam suatu ruangan yang gelap, maka bisa

kita amati bahwa nilai resistansi dari LDR

tidak akan segera berubah resistansinya

pada keadaan ruangan gelap tersebut. Na-

mun LDR tersebut hanya akan bisa menca-

pai harga di kegelapan setelah mengalami

selang waktu tertentu. Laju recovery meru-

pakan suatu ukuran praktis dan suatu ke-

naikan nilai resistansi dalam waktu tertentu.

Harga ini ditulis dalam K/detik, untuk LDR

tipe arus harganya lebih besar dari 200K/

detik(selama 20 menit pertama mulai dari

level cahaya 100 lux), kecepatan tersebut

akan lebih tinggi pada arah sebaliknya, yaitu

pindah dari tempat gelap ke tempat terang

yang memerlukan waktu kurang dari 10 ms

untuk mencapai resistansi yang sesuai den-

gan level cahaya 400 lux.

2.

Respon Spektral

LDR tidak mempunyai sensitivitas yang

sama untuk setiap panjang gelombang

cahaya yang jatuh padanya (yaitu warna).

Bahan yang biasa digunakan sebagai

penghantar arus listrik yaitu tembaga,

aluminium, baja, emas dan perak. Dari

kelima bahan tersebut tembaga merupakan

penghantar yang paling banyak, digunakan

karena mempunyai daya hantaryang baik

(TEDC,1998)

BAGAIMANA SENSOR CAHAYA LDR BEKERJA

Resistansi LDR akan berubah seiring den-

gan perubahan intensitas cahaya yang

mengenainya atau yang ada disekitarnya.

Dalam keadaan gelap resistansi LDR seki-

tar 10MΩ dan dalam keadaan terang sebe-

sar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari ba-

han semikonduktor seperti kadmium sul-

fida. Dengan bahan ini energi dari cahaya

yang jatuh menyebabkan lebih banyak mua-

tan yang dilepas atau arus listrik mening-

kat. Artinya resistansi bahan telah men-

galami penurunan.

PENGONTROLAN LAMPU DAN SENSOR

LDR MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER

Dari uraian di atas kita dapat menentukan

bahwa kita memerlukan beberapa port pada

mikrokontroler untuk pengontrolan lampu

menggunakan sensor cahaya LDR. Satu port

dihubungkan ke lampu dan satu port lagi

dihubungkan ke sensor LDR. Port ini hanya

bisa mendeteksi data digital. Karena lampu

yang digunakan ON pada saat diberikan

nilai digital “0’,maka Lampu ON maka port

tersebut bernilai ”0”, dan jika Lampu OFF

maka port tersebut bernilai “1”.

Jika digambarkan dalam bentuk gelombang,

maka akan tampil seperti berikut:

Sri Supatmi

Gambar 2a. Bentuk Gelombang (a) pada

saat lampu OFF

Gambar 2b. Bentuk Gelombang (a) pada

saat lampu ON