Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22

Page 1 of 22
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

181

H a l a m a n

Keruntuhan geser blok dikenal sebagai salah satu bentuk keruntuhan potensial

yang dapat terjadi pada pelat tarik baja berlubang. Dalam mekanisme

keruntuhannya, gaya tarik terjadi di sepanjang garis transversal (bidang tarik)

dan gaya geser terjadi di sepanjang garis longitudinal antar lubang baut (bidang

geser). Menurut AISC-LRFD 2005, kekuatan geser blok selalu ditentukan oleh

kekuatan tarik pada bidang tarik bersih yang diakumulasikan dengan kekuatan

geser minimal pada bidang geser kotor atau bersih. Sehingga diasumsikan

bahwa fraktur selalu terjadi pertama kali pada bidang tarik, yang kemudian

diikuti dengan leleh pada bidang geser. Asumsi ini berbeda dengan AISC-LRFD

1999, yaitu saat kekuatan ultimit tercapai, fraktur dapat terjadi pada bidang

tarik bersih yang diikuti dengan leleh pada bidang geser, atau dapat pula terjadi

fraktur pada bidang geser bersih yang diikuti leleh pada bidang tarik kotor.

Studi numerik berikut ini akan meninjau apabila kekuatan pelat tarik baja

berlubang ditentukan dengan asumsi kelelehan seutuhnya terjadi pada bidang

tarik dan bidang geser tanpa disertai timbulnya fraktur. Studi numerik dilakukan

dengan menggunakan software Finite Elemen Analysis (FEA), yang kriteria

keruntuhannya berdasarkan kondisi batas regangan maksimum. Hasil prediksi

FEA menunjukkan bahwa kekuatan ultimit pada pelat tarik baja berlubang

dengan asumsi kelelehan pada penampang bidang tarik dan bidang geser

mempunyai peluang menjadi lebih menentukan dibanding keruntuhan geser

blok. Selain itu diketahui pula bahwa distribusi tegangan tarik yang terjadi di

sekitar tepi lubang pelat umumnya tidak seragam.

Kata Kunci: regangan maksimum, keruntuhan geser blok, leleh, fraktur,

distribusi tegangan

bidang

REKAYASA

STUDI NUMERIK: TINJAUAN KONDISI BATAS REGANGAN MAKSIMUM

PADA PELAT TARIK BAJA BERLUBANG

Y. DJOKO SETIYARTO

Jurusan Teknik Sipil

Universitas Komputer Indonesia

PENDAHULUAN

Elemen tarik baja merupakan salah satu

masalah sederhana yang dijumpai oleh

para perencana struktural. Meskipun

demikian, diperlukan sikap hati-hati

dalam perencanaan, karena telah banyak

kegagalan struktur yang diakibatkan oleh

putusnya sambungan atau titik hubung

elemen struktur tarik.

Menurut AISC-LRFD kekuatan elemen

tarik pada struktur baja ditentukan oleh

tiga kemungkinan bentuk keruntuhan,

yaitu leleh pada penampang geser bruto

(0.9*Fy*Ag), fraktur pada penampang

tarik efektif (0.75*Fy*A

e

), dan keruntuhan

geser blok di sekitar sambungan.

Keruntuhan geser blok dikenal sebagai

bentuk keruntuhan potensial yang dapat

menentukan

beban

kapasitas

dari

beberapa jenis sambungan atau elemen