< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22

Page 11 of 22
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

191

H a l a m a n

mengetahui sejauh mana perbedaan

kekuatan ultimit hasil FEA dengan

metode desain AISC-LRFD. Selain itu

juga akan dilakukan analisis distribusi

tegangan hasil FEA.

HASIL DAN PEMBAHASAN UNTUK 3 JENIS

Hubungan gaya dan peralihan yang

merupakan hasil FEA untuk model material

elastik linier, model material elastik-plastik

bilinier, dan model material elastik-plastik

multilinier dapat dilihat pada Gambar 12.

Terlihat untuk model material linier

menghasilkan hubungan gaya dan peralihan

yang linier pula. Pengaruh nonlinieritas

material terlihat untuk model material

elastik-plastik bilinier, dan model material

elastik-plastik multilinier, di mana kurva

gaya dan peralihan tersebut menunjukkan

suatu hubungan batas gaya maksimum

yang dapat dicapai dengan regangan yang

lebih besar dibandingkan dengan regangan

yang bersifat linier.

Pada Gambar 12, antara model elastik-

plastik multilinier dan elastik-plastik bilinier

menghasilkan perbedaan nilai P

max

yang

relatif kecil yaitu sekitar 0.56% hingga 1.6%.

Oleh sebab itu, untuk memudahkan analisis

FE selanjutnya, tinjauan penggunaan model

plastic - bilinier

HASIL DAN PEMBAHASAN KONDISI BATAS

Pada Gambar 13 terlihat hubungan gaya

dan peralihan untuk model material plastik

bilinier yang regangan plastik efektif

maksimumnya dibatasi sebesar 22% dan

100%. Terlihat untuk regangan plastik

efektif maksimum sebesar-besarnya (ε

peff

=

100%) menunjukkan kekuatan ultimit yang

dicapai maksimum sebesar 430.5 kN (beda

31.24%) dan untuk regangan plastik efektif

yang dibatasi sesuai asumsi baja putus (ε

peff

= 22%) menunjukkan kekuatan ultimit yang

dicapai maksimum sebesar 414.99 kN

(beda 33.7%). Perbedaan sebesar kurang

dari 35% tersebut apabila dibandingkan

dengan metode desain AISC-LRFD 2005

yang kekuatan ultimitnya mencapai 626.16

kN. Hal ini menunjukkan bahwa dengan

asumsi baja meregang/meleleh sepanjang

apapun asal tidak terjadi fraktur masih

dapat menentukan kekuatan ultimit dari

elemen tarik baja.

Apabila melihat perbedaan kekuatan

ultimit

yang

dihasilkan

dari

kedua

pembatasan regangan plastik maksimum

tersebut, maka tampak bahwa perbedaan

kekuatan ultimit yang dihasilkan tidak

Y. Djoko Setiyarto

Gambar 12

Plastic-Bilinier

Plastic-Multilinier

Hubungan Gaya vs Peralihan yang Diambil

Pada Titik Simetris dimana Beban Bekerja.

Gambar 13

Hubungan Gaya dan Peralihan untuk Model

Plastic-Bilinier

Maksimum sebesar 100% dan 22%