< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22

Page 9 of 22
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

189

H a l a m a n

240

MPa

dapat

dinyatakan

telah

mengalami kelelehan. Sehingga dalam

analisis distribusi tegangan efektif dari hasil

FEA berikut akan meninjau lokasi-lokasi di

sekitar lubang pelat yang telah memiliki nilai

tegangan efektif lebih besar atau sama

dengan 240 MPa.

5. PREDIKSI KEKUATAN ULTIMIT DENGAN

AUTOMATIC TIME-STEPPING

Prediksi kekuatan ultimit yang dimaksud

pressure

diberikan pada tahap pembebanan terakhir

yang telah mencapai konvergen. Seperti

yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa

setiap tahap pembebanan yang telah

mencapai konvergen akan berpindah ke

tahap pembebanan berikutnya, dimana

besarnya ukuran beban tahap pembebanan

berikutnya diatur menggunakan fungsi

waktu seperti Gambar 7. Namun untuk

mendapatkan besarnya ukuran beban yang

akan digunakan untuk analisis tahap

pembebanan paling akhir (dan mencapai

konvergen)

adalah

sulit,

karena

trial and error

software

FEAutomatic

Time-Stepping

dapat berfungsi mengatur besarnya ukuran

beban dalam setiap tahap pembebanan

apabila

kovergensinya

sulit

tercapai.

trial and error

besar

ukuran

beban

pada

tahap

pembebanan

paling

akhir

dapat

diminimalisasi

Selama

analisis

berjalan,

option

Automatic Time-Stepping

time step

untuk memperoleh beban yang konvergen

dilakukan

secara

trial

and

error

berdasarkan

ATS.

Selanjutnya,

nilai

presribed pressure

tersebut dibagi dengan luas penampang

pelat, akan menjadi kekuatan ultimit tarik

dari pelat baja berlubang. Apabila selama

analisis sedang berjalan tidak ada

konvergen yang tercapai, maka secara

otomatis program akan membagi inkremen

step

mencapai konvergen. Sebagai contoh,

definisi variasi beban dengan menggunakan

fungsi waktu diinputkan sebagai berikut;

saat t = 0 maka f(t) = 0; dan saat t = 20

maka f(t) = 200. Artinya besar inkremen

setiap step pembebanan adalah q*200/20

= 10q satuan beban. Jika q adalah besaran

pressure

1 MPa), maka besar beban step ke 14

adalah 14*1 MPa*200/20 = 140 MPa. Jika

pada awal mulanya definisi untuk jumlah

step pembebanan diisi sembarang (misal

20 dengan ukuran step = 1, karena tidak

diketahui konvergen tercapai pada step ke

berapa), maka secara otomatis ATS akan

membagi inkremen step pembebanan

terakhir dan memberikan informasi pada

step pembebanan ke berapa konvergen

akan tercapai, seperti Gambar 9.

Pada Gambar 9 tersebut, ATS mengin-

formasikan bahwa saat step 14 (dari 20

step yang didefinisikan) konvergen tidak

tercapai, maka ukuran step dirubah dari

semula 1 menjadi 0.2. Pada akhirnya

diperoleh perkiraan konvergen terjadi pada

Y. Djoko Setiyarto

t

B

A

f (t)

A (0, 0)

B (20, 200)

Gambar 7

Mendefinisikan Variasi Beban

Berdasarkan Fungsi Waktu