Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 1 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

231

H a l a m a n

Perkembangan teknologi informasi dengan adanya internet,

menimbulkan bentuk kejahatan baru dalam perjudian yakni perjudian melalui

internet (internet gambling). Ada beberapa permasalahan yang timbul antara

lain apakah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan

Transaksi Elektronik masih dapat dapat menangani tindak pidana perjudian

melalui internet (internet gambling).kendala-kendala yang dapat menghambat

proses pembuktian tindak pidana perjudian melalui internet. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang

Informasi Dan Transaksi Elektronik dapat menangani tindak pidana perjudian

melalui internet berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (1)

undang-undang tersebut. Tindak pidana perjudian melalui internet, dilakukan

melalui sistem elektronik, informasi elektronik dan dokumen elektronik yang

dapat dijadikan sebagai alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1)

dan (2) Undang-Undang ITE, di samping itu alat bukti elektronik di atas

dianggap sebagai perluaran alat bukti petunjuk sebagaimana diatur dalam

Pasal 184 KUHAP, karena disetarakan sebagai alat bukti surat, sehingga pelaku

perjudian melalui internet dapat dikenakan sanksi hukum pidana. Pada tindak

pidana perjudian melalui internet (internet gambling), website penyelenggara

perjudian melalui internet dan E-mail peserta judinya, serta sms merupakan

bagian dari informasi elektronik, sehingga dapat dikategorikan sebagai salah

satu alat bukti yang sah secara hukum, dalam hal ini alat bukti petunjuk. Ada

beberapa kendala dalam menemukan alat bukti tersebut, berdasarkan Pasal

43 ayat (3) Undang-Undang ITE, penggeledahan dan/atau penyitaan sistem

elektronik serta penangkapan dan penahanan pelaku cyber crime harus

dilakukan atas izin dari Ketua Pengadilan Negeri setempat dalam waktu satu

kali dua puluh empat jam, hal ini sulit untuk diwujudkan, karena tidak

dimungkinkan mendapatkan surat izin dari Ketua Pengadilan Negeri setempat

untuk melakukan hal termaksud dalam waktu yang sangat singkat itu. Terlebih

lagi belum ada peraturan pemerintah atas undang-undang tersebut. Oleh

karena itu ketentuan di atas menjadi salah satu kendala dalam menangani

kasus perjudian melalui internet ini.

bidang

HUMANIORA

INTERNET GAMBLING)

UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI

ELEKTRONIK

HETTY HASSANAH

Program Studi Ilmu Hukum

Universitas Komputer Indonesi

PENDAHULUAN

Perkembangan dunia teknologi informasi

dewasa ini telah membawa manusia

kepada era globalisasi yang memberikan

kebebasan kepada setiap orang di dunia

untuk saling bersosialisasi dengan siapapun

dan dimanapun mereka berada. Internet

merupakan media utama yang dapat