< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 2 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

232

H a l a m a n

digunakan, karena melalui media internet

seseorang dapat terhubung dengan teman

atau bahkan dengan orang asing yang sama

sekali tidak dikenal dan berdomisili di luar

negeri.

Kemajuan

teknologi

informasi

dan

komunikasi telah melahirkan berbagai

dampak, baik dampak positif maupun

dampak negatif, karena di satu sisi

memberikan kontribusi bagi peningkatan

kesejahteraan, kemajuan dan peradaban

manusia, namun di sisi lain menjadi sarana

efektif

perbuatan

melanggar

hukum.

Teknologi informasi dan komunikasi juga

telah mengubah perilaku dan pola hidup

masyarakat

secara

global,

dan

menyebabkan dunia menjadi tanpa batas

borderless)

di

berbagai

bidang

kehidupan.

Perkembangan teknologi informasi telah

melahirkan beragam jasa di bidang

teknologi informasi dan komunikasi dengan

berbagai fasilitasnya, dalam hal ini internet

merupakan bagian dari kemajuan teknologi

informasi

tersebut,

yang

memberi

kemudahan dalam berinteraksi tanpa harus

berhadapan secara langsung satu sama

lain.

Bangsa Indonesia yang sedang tumbuh dan

berkembang menuju masyarakat industri

yang berbasis teknologi informasi, dalam

beberapa hal masih tertinggal. Kondisi ini

disebabkan karena masih relatif rendahnya

sumber daya manusia di Indonesia dalam

mengikuti

perkembangan

teknologi

informasi dan komunikasi ini, termasuk

kemampuan dalam menghadapi masalah

hukum yang timbul. Salah satu dampak

negatif yang timbul adalah tingginya tingkat

kejahatan di berbagai bidang dengan

beragam modus operandinya.

Perkembangan

teknologi

informasi

berdampak pada revolusi bentuk kejahatan

yang konvensional menjadi lebih modern.

Jenis kegiatannya mungkin sama, namun

dengan media yang berbeda yaitu dalam hal

ini internet, suatu kejahatan akan lebih sulit

diusut, diproses, dan diadili. Kejahatan yang

seringkali berhubungan dengan internet

antara lain perjudian yang dilakukan melalui

internet gambling)

menjadi kejahatan konvensional saja, tetapi

juga sebagai kejahatan yang dapat

dilakukan melalui kecanggihan teknologi

informasi dan komunikasi dalam hal ini

melalui penyalahgunaan media internet.

Pada mulanya semua kejahatan yang terjadi

harus dapat diakomodasi dengan peraturan

perundang-undangan yang ada, dalam hal

ini Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan

peraturan lainnya di bidang hukum pidana,

walaupun kejahatan yang dilakukan melalui

media internet tidak diatur dalam peraturan-

peraturan di atas. Pada praktiknya

terhadap

kejahatan

melalui

internet

diberlakukan peraturan yang mengatur

kejahatan konvensional dan hakim dituntut

dapat melakukan penemuan hukum sendiri

sebagaimana diamanatkan dalam Undang-

Undang Nomor 4 Tahun 2004 Tentang

Pokok-Pokok

Kekuasaan

Kehakiman,

terkadang hakim pun mengusahakan

pemecahannya melalui yurisprudensi, yang

merupakan suatu keharusan.

1

Namun

demikian, kenyataan yang terjadi, lebih

mengarah pada pembentukan hukum baru

dengan asumsi KUHP tidak akan mampu

mengatur kejahatan di atas, sehingga

menimbulkan kesulitan bagi para penegak

hukum (polisi, jaksa, hakim dan advokat)

untuk mengatasi kondisi tersebut

Salah satu kejahatan yang sering terjadi dan

meresahkan masyarakat adalah tindak

pidana perjudian. Tindak pidana tersebut

muncul karena keadaan masyarakat yang

tidak stabil baik dari segi religi, ekonomi,

moral maupun kesadaran hukumnya.

Awalnya orang yang mempergunakan

kesempatan

untuk

bermain

judi

sebagaimana diatur dalam Pasal 303 KUHP

di

atas,

dikenakan

sanksi

pidana

sebagaimana diatur dalam Pasal 542

KUHP, namun kemudian melalui Undang-

Undang No. 7 Tahun 1974 Tentang

Penertiban Perjudian Pasal 542 KUHP

1.

Komputer : Suatu Tantangan Baru di

Bidang Hukum

baya 1991, hlm 58

Hetty Hassanah