< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 4 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

234

H a l a m a n

Ada beberapa kasus perjudian yang

dilakukan melalui internet, yang dikemas

dalam bentuk yang tidak seperti sebuah

perjudian, sehingga mempersulit para

penegak

hukum

(polisi)

untuk

mengumpulkan bukti permulaan bahwa hal

tersebut merupakan suatu tindak pidana

perjudian. Sebuah pendekatan teknologi

mutlak diperlukan untuk menyingkap

adanya tindak pidana perjudian melalui

internet gambling)

satu contoh kasus perjudian melalui

internet gambling)

perjudian yang diadakan dan dilakukan

website

www.TebakHuruf.com

terlihat seperti sebuah permainan biasa,

perjudian ini telah ada sejak tahun 2005

yang didirikan bandar judi dari Hongkong

back up

bank swasta di Hongkong. Perjudian

tersebut menjanjikan hadiah jutaan rupiah.

Untuk dapat turut serta dalam permainan

tersebut

calon

pemain

harus

mentransferkan sejumlah

uang

yaitu

sebesar Rp 150.000,00 (seratus lima puluh

ribu rupiah) ke nomor rekening yang telah

ditentukan, selanjutnya pemain harus

menebak jawaban atas pertanyaan yang

diberikan, apabila tebakannya tepat, maka

pemain mendapat point yang dapat ditukar

dengan sejumlah uang sampai jutaan

rupiah. Atas perjudian yang dilakukan

melalui internet di atas, sering dilakukan

razia dari kepolisian di wilayah Jakarta

melalui warnet yang beroperasi di beberapa

wilayah di Jakarta.

Selain kasus tersebut ada pula kasus

perjudian melalui internet yang lain, yaitu

kasus perjudian melalui internet yang telah

dilakukan oleh tiga orang bernama Ari

Durahman, Akim Titis dan Handi Candra

yang ketiganya ditangkap petugas Polsekta

Lengkong Bandung, saat sedang melakukan

on line

www.88tangkas.net

di

Buah Batu Nomor 46A Bandung tanggal 21

Juli 2008. Pada proses perjudian tersebut

pelaku menyetor sejumlah uang berkisar Rp

100.000,00 (seratus ribu rupiah) sampai

400.000,00 (empat ratus ribu rupiah)

melalui ATM BCA ke nomor rekening yang

telah ditentukan, setelah pelaku mendapat

passwordusername

mengikuti permainan yang ditentukan yang

beraneka ragam seperti tebak gambar atau

huruf, apabila menang maka uang yang

telah

ditransferkan

bertambah

Rp

10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) sedangkan

apabila kalah maka uang pelaku berkurang

Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah). Polisi

menyita 13 unit CPU, 13 unit monitor, tiga

kartu ATM BCA atas nama ketiga pelaku dan

satu kartu kredit atas nama Candra.

Selanjutnya kasus tersebut disidangkan di

Pengadilan Negeri Bandung, dan Jaksa

Penuntut Umum mendakwa ketiganya telah

melakukan perjudian melalui fasilitas

on line)

Pasal 303 ayat (1) ke-3 juncto Pasal 55

KUH Pidana. Akhirnya ketiga terdakwa itu

dinyatakan bersalah telah melakukan

on line)

sebagaimana diatur dalam Pasal 303 ayat

(1) ke-3 juncto Pasal 55 KUH Pidana dan

dijatuhi hukuman penjara masing-masing

selama satu tahun delapan bulan. Unsur-

unsur pidana yang terpenuhi dari pasal

tersebut adalah adanya kesengajaan dari

Terdakwa

sebagai

unsur

subjektif

maksudnya

adanya

suatu

kegiatan

menawarkan atau memberi kesempatan

untuk permainan judi dan menjadikan

sebagai pencaharian, sedangkan unsur

objektifnya

adalah

adanya

tindakan

Terdakwa mengadakan kegiatan tanpa izin

untuk mendapatkan keuntungan melalui

perjudian dan dijadikan sebagai mata

pencaharian.

Melihat kasus dan proses peradilan atas

tindak pidana perjudian melalui fasilitas

on line),

ketentuan hukum yang terdapat dalam

KUHP dalam hal ini Pasal 303 KUHP,

padahal saat ini telah ada ketentuan hukum

yang mengatur tentang perjudian melalui

on line)

ayat (2) dan Pasal 45 ayat (1) Undang-

Undang ITE. Oleh karena itu akan terjadi

tumpang tindih mengenai peraturan mana

yang dapat diberlakukan atas tindak pidana

Hetty Hassanah