< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 6 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.8, No. 2

236

H a l a m a n

berdasarkan alat-alat bukti yang dibenarkan

undang-undang.

Berbicara

tentang

pembuktian pada perjudian melalui internet

tidak terlepas dari ketentuan mengenai alat

bukti sebagaimana diatur dalam Undang-

Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang

Informasi Dan Transaksi Elektronik (Undang-

Undang ITE). Pada Pasal 5 ayat (1) UU ITE

disebutkan bahwa Informasi elektronik dan/

atau dokumen elektronik dan/atau hasil

cetaknya merupakan alat bukti hukum yang

sah. Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU ITE,

yang dimaksud dengan informasi elektronik

adalah satu atau sekumpulan data

elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas

pada tulisan, suara, gambar, peta,

electronic data interchange

(EDI)(electronic mail)

telecopy

huruf, tanda, angka, kode akses, simbol

atau perforasi yang telah diolah yang

memiliki arti atau dapat dipahami oleh

orang

yang

mampu

memahaminya.

Sementara itu, Pasal 1 angka 4 UU ITE

menyebutkan, bahwa yang dimaksud

dengan dokumen elektronik adalah setiap

informasi elektronik yang dibuat, diteruskan,

dikirimkan, diterima atau disimpan dalam

bentuk analog, digital, elektromagnetik,

optikal atau sejenisnya, yang dapat dilihat,

ditampilkan dan/atau didengan melalui

komputer atau sistem elektronik, termasuk

tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara,

gambar, peta, rancangan, foto atau

sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode

akses, simbol atau perforasi yang telah

diolah yang memiliki arti atau dapat

dipahami

oleh

orang

yang

mampu

memahaminya. Apabila ditelaah, maka

Website

E-mail

sms merupakan bagian dari informasi

elektronik, sehingga dapat dikategorikan

sebagai salah satu alat bukti yang sah

secara hukum.

Sementara itu, Pasal 5 ayat (2) UU ITE juga

menegaskan bahwa Informasi elektronik

dan/atau Dokumen elektronik dan/atau

hasil cetaknya sebagaimana dimaksud pada

ayat 1 di atas merupakan perluasan dari

alat bukti yang sah sesuai dengan hukum

acara yang berlaku di Indonesia. Terlihat

Website

E-mail

peserta judinya merupakan salah satu

bagian dari informasi elektronik yang dapat

dianggap sebagai alat bukti yang sah secara

hukum, dan merupakan bagian yang tidak

terpisahkan dari ketentuan mengenai alat

bukti dan pembuktian sebagaimana diatur

dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun

1981 Tentang Hukum Acara Pidana

(KUHAP), dalam hal ini perluasan dari alat

Website

E-

mail

kekuatan pembuktian sebagai salah satu

alat bukti khususnya dalam kasus perjudian

melalui internet ini. S e l a i n

i t u ,

keterangan saksi dan keterangan ahli dapat

dijadikan alat bukti pada proses

pembuktian tindak pidana perjudian melalui

internet termaksud.

Proses pembuktian tindak pidana perjudian

melalui internet di pengadilan sangat

membutuhkan pendekatan teknis karena

bukti bukti yang ditemukan dapat berupa

bukti elektronik yang masih belum diakui

oleh hukum acara (KUHAP), sehingga masih

harus didukung dengan keterangan ahli

agar dapat diterima di pengadilan.

Sistem pembuktian yang dianut oleh KUHAP

yaitu sistem pembuktian menurut undang-

undang secara negatif, yang merupakan

perpaduan antara sistem pembuktian

menurut undang-undang secara positif

dengan sistem pembuktian menurut

Conviction in time theory

sejalan dengan ketentuan Pasal 183 KUHAP

yang menegaskan bahwa hakim tidak boleh

menjatuhkan pidana kepada seseorang

kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya

dua alat bukti yang sah diperoleh

keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar

-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang

bersalah melakukannya. Alat bukti

Website

E-mail

peserta judinya, keterangan saksi dan

Hetty Hassanah