< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 3 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 1

5

H a l a m a n

mereka pilih ini mencerminkan

customer

sumber pendapatan mereka.

C. Perspektif Proses Bisnis Internal

Dalam perspektif ini, perusahaan

melakukan pengukuran terhadap semua

aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan

baik manajer maupun karyawan untuk

menciptakan suatu produk yang dapat

memberikan kepuasan tertentu bagi

customer

saham. Dalam hal ini perusahaan

berfokus pada tiga proses bisnis utama

yaitu: proses inovasi, proses operasi,

proses pasca penjualan.

D. Perspektif Pertumbuhan dan

Pembelajaran

Perspektif yang terakhir dalam

Balanced Scorecard

pertumbuhan dan pembelajaran. Kaplan

(Kaplan,1996) mengungkapkan betapa

pentingnya suatu organisasi bisnis untuk

terus memperhatikan karyawannya,

memantau kesejahteraan karyawan dan

meningkatkan pengetahuan karyawan

karena dengan meningkatnya tingkat

p e n g e t a h u a n

k a r y a w a n

a k a n

meningkatkan pula kemampuan karyawan

untuk berpartisipasi dalam pencapaian

hasil ketiga perspektif di atas dan tujuan

perusahaan.

Balanced Scorecard

Menurut Rohm (2003) sebelum

Balanced scorecard

organisasi terlebih dahulu harus

Balanced

scorecard

Balanced scorecard

yaitu: 1) menilai pondasi organisasi 2)

membangun strategi bisnis 3) membuat

tujuan organisasi 4) membuat strategic

map bagi strategi bisnis organisasi 5)

pengukuran kinerja, dan 6) menyusun

inisiatif.

1.Menilai Pondasi Organisasi

Langkah pertama organisasi untuk

melakukan penilaian atas fondasi

organisasi adalah membentuk tim yang

akan merumuskan dan membangun

Balanced scorecard

visi dan misi organisasi, termasuk

d i d a l am n y a

m e n g id en t i f ik a s i k a n

kebutuhan dan faktor-faktor yang

mendukung organisasi untuk mencapai

Gambar 1.

Background Information Of Four Perspectives