< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 2 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 1

100

H a l a m a n

Program Studi Desain Interior UNIKOM,

perlu mengevaluasi beberapa fasilitas

belajar dan mengajar, yang salah satunya

adalah fasilitas kerja studio perancangan.

Evaluasi ini akan menghasilkan kriteria

desain yang dapat dijadikan acuan atau

dasar untuk pengembangan Program

Studi Desain Interior UNIKOM.

Desain Fasilitas Kerja

Sebuah desain suatu model atau karya

tidak terlepas dari pengertian desain itu

sendiri. Desain merupakan suatu upaya

manusia dalam memecahkan permasala-

hannya.. Desain dapat dilihat dari dua

sudut pandang. Desain sebagai suatu pro-

duk atau karya dan desain sebagai suatu

proses. Suatu karya desain yang baik ti-

dak berhenti sampai dengan terjadi pro-

duk tersebut akan tetapi harus dilihat

juga dari sisi prosesnya.

Permasalahan manusia mengenai pe-

menuhan aktivitasnya akan berkaitan den-

gan permasalahan fasilitas. Fasilitas-

fasilitas yang tercipta bertujuan untuk me-

menuhi segala aktivitas manusia. Aktivitas

duduk menghasilkan furniture berupa

kursi. Aktivitas menulis menghasilkan fur-

niture berupa meja, aktivitas tidur

menghasilakna furniture tempat tidur dan

lain sebagainya.

Efektifitas dan efisiensi menjadi fokus

dalam perancangan sebuah furniture.

Manusia dengan berbagai aktivitas harus

senantiasa berada dalam lingkungan ke-

hidupannya yang efektif dan efisien. Aktivi-

tas dalam lingkungan kerja manusia juga

membutuhkan suatu fasilitas yang dapat

mengakomodir segala aktivitas kerja

dalam satu fasilitas yang terintegrasi. Se-

Workstation

suatu solusi dalam upaya untuk meme-

cahkan permasalahan yang berkaitan den-

gan efisiensi dan efektivitas kerja terse-

but.

Selain itu sebuah furniture juga harus me-

menuhi aspek dari sisi pencitraaan. Citra

merupakan identitas budaya dari peng-

gunanya yang berkaitan dengan peng-

gayaaan dalam desain.

Kriteria Desain Mebel

Kegiatan dan tingkah laku manusia mem-

punyai tuntutan untuk memenuhi keingi-

nan-keinginan yang ada dalam diri manu-

sia yang bersangkutan ( Suptandar : 33,

1999). Kegiatan dan tingkah laku terse-

but dapat terpenuhi melalui fasilitas dan

akhirnya menciptakan sebuah gubahan

ruang. Suatu fasilitas yang baik harus me-

menuhi berbagai kriteria berdasarkan

kegiatan dantingkah laku manusi itu

sendiri. Demikian juga dengan fasilitas

berupa mebel atau furniture.

Perencanaan dan perancangaan sebuah

fasilitas khususnya mebel mempunyai 4

kriteria desain ( Pile,1995 : 356 ) yaitu :

1. Fungsi

Sebuah fasilitas haruslah mempunyai

fungsi. Demikian juga dengan fasilitas

mebel. Menurut John F. Pile dalam

bukunya berjudul Inteior Design, Mebel

dibagi ke dalam 4 jenis mebel/

furniture berdasarkan fungsinya yaitu :

Stroge funiture

nachast, rak,

Seating furniture

Kursi, bangku

Sleeping furniture

tempat tidur,

Table furniture

melakukan berbagai aktivitas pada

sebuah meja) : meja kerja, meja makan,

meja makan

Selain mempunyai fungsi mebel itu

sendiri, juga harus sesuai dengan fungsi

ruang

di

mana

mebel/furniture

ditempatkan. Seperti desain lemari di

sebuah fasilitas hunian akan berbeda

dengan desain lemari di sebuah fasilitas

komersial. Meskipun demikian ke duanya

mempunyai fungsi mebel/furniture yang

Cherry D