< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15

Page 14 of 15
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 1

120

H a l a m a n

tak dengan pelat bagian bawah. Distribusi

tegangan efektif yang mengelilingi lubang

pelat

membentuk

lingkaran-lingkaran

tegangan efektif yang memiliki nilai

seragam, dan jika ditinjau secara radial

memiliki nilai tegangan efektif yang se-

makin mengecil bila menjauhi lubang pe-

lat. Pelat bagian atas juga memiliki permu-

kaan yang mengalami kontak dengan

kepala baut. Distribusi tegangan efektif

yang terjadi adalah tidak seragam dan

relatif memiliki tegangan efektif yang lebih

besar dibandingkan permukaan yang men-

galami kontak dengan pelat bagian

bawah.

Gambar 16 memperlihatkan distribusi

tegangan efektif hasil FEA untuk pelat

proof load

dan sekaligus pelat tersebut menerima

beban tarik. Model uji 2 dan 4 tersebut

memperlihatkan perilaku yang sama. Pelat

bagian atas mempunyai permukaan yang

mengalami kontak dengan pelat bagian

bawah. Distribusi tegangan yang terjadi

pada permukaan tersebut sangat tidak

seragam. Terlihat tegangan efektif yang

semula membesar hanya di tepi lubang

pelat saat sebelum ada gaya tarik diberi-

kan, setelah gaya tarik diberikan maka

tegangan efektif tersebut bergeser atau

membesar dalam arah gaya tarik yang

terjadi. Sedangkan pelat bagian atas yang

mengalami kontak dengan kepala baut

memiliki distribusi tegangan efektif yang

berbeda dengan pelat bagian atas yang

permukaanya mengalami kontak dengan

kepala baut. Pada permukaan yang men-

galami kontak dengan kepala baut terse-

but terlihat bahwa tegangan efektif yang

terpusat di tepi lubang baut tidak men-

galami pergeseran. Hal ini menunjukkan

bahwa selama ada beban yang bekerja

pada sambungan geser – kritis, kontak

atau gaya jepit yang dihasilkan antara pe-

lat atas dan kepala baut tidak memberi-

kan kontribusi dalam menahan gaya tarik

yang bekerja. Melainkan kontak atau gaya

jepit yang dihasilkan antara pelat atas dan

proof load

lah, yang lebih memberikan kontribusi

utama dalam menahan gaya tarik yang

bekerja pada pelat. Sehingga jelas bahwa

dalam perhitungan desain kekuatan sam-

bungan geser-kritis, pengaruh bidang kon-

tak (banyaknya bidang kontak, m) yang

diperhitungkan adalah gesekan antara

pelat yang disambung, sedangkan ge-

sekan kepala baut dengan pelat tidak

diperhitungkan.

KESIMPULAN

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dan

dikembangkan penelitian lanjutan dari

pelajaran di atas adalah sebagai berikut:

1. Hasil dari model uji FEA menunjukkan

bahwa gaya kontak dan jumlah node

yang mengalami kontak (luas daerah

kontak) yang terjadi pada bidang kon-

tak antara pelat atas dan pelat bawah

semakin bertambah, seiring dengan

membesarnya gaya tarik baut yang

diberikan. Penambahan jumlah node

yang mengalami kontak antara pelat

atas dan pelat bawah tidak signifikan

seperti halnya penambahan nilai gaya

kontak yang terjadi. Dalam hal ini pen-

proof load

meningkatkan gaya kontak (gaya jepit)

antara kedua pelat yang tersambung,

terutama bagian tepi lubang pelat.

2. Beban tarik yang diaplikasikan pada

pelat yang telah mengalami tegangan

kontak tersebut, tidak mempengaruhi

luas daerah bidang kontak yang telah

terjadi akibat gaya tarik baut, meskipun

nilai beban tarik tersebut bervariasi.

proof load

capai maksimum, deformasi yang ter-

jadi di sekitar lubang pelat relatif masih

kecil dibandingkan dengan deformasi

yang terjadi pada baut. Hal ini menun-

proof load

yang berlebihan dapat berpotensi men-

yebabkan kehancuran pada baut

(terutama bagian ulir), dibandingkan

kehancuran pada pelat.

4. Kondisi tegangan yang terjadi pada

pelat atas memiliki perbedaan distri-

busi tegangan di kedua sisi permu-

kaannya. Sisi permukaan yang meru-

pakan bidang kontak dengan pelat

Y. Djoko Setiyarto