< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15

Page 3 of 15
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 1

109

H a l a m a n

gan tepi lubang baut. Kontak dengan

lubang pelat untuk sambungan tipe geser-

kritis lebih dimungkinkan terjadi melalui

kepala baut dan mur pengencang.

Gambar 1 Bentuk nyata keruntuhan

tumpu (Salmon & Johnson 1990)

Gambar 2 Idealisasi permukaan gagal

(Segui 2003)

Studi numerik berikut ini akan memba-

has masalah perilaku pelat pada sambun-

gan geser-kritis, terutama kondisi defor-

masi dan tegangan di sekitar tepi lubang

proof load

proof load

dari baut ditinjau dalam keadaan tanpa

beban eksternal (beban tarik) maupun

dalam keadaan dengan beban eksternal

telah bekerja. Prediksi tegangan dan de-

formasi yang terjadi tersebut dilakukan

software finite element

analysis

con-

tact analysis

asumsikan lebih kuat (keras) dibanding-

kan material pelat baja, terdapat dugaan

proof load

tegangannya melebihi tegangan leleh ma-

terial pelat, telah terjadi kelelehan awal di

beberapa titik sekitar tepi lubang baut

pada pelat. Selain itu akan dipelajari pula

apakah kondisi tegangan yang terjadi

pada pelat berlubang dari sambungan

geser-kritis tersebut apakah sama dengan

kondisi tegangan pelat berlubang dari

sambungan tipe tumpu, dengan asumsi

besar beban yang bekerja masih lebih

kecil dibandingkan dengan kekuatan

nominal sambungan.

PROOF LOAD

MUTU TINGGI

Jenis baut mutu tinggi (high-strength

bolt) yang didesain sesuai dengan ASTM

terdiri atas 2 macam yaitu A325 dan

A490. Baut mutu tinggi tersebut terbuat

dari baja dengan campuran karbon mak-

simum 0.3%. Dimana proses produksinya

quenching

pendinginan secara cepat dengan air atau

minyak pada suhu minimal 900

C menjadi

200

tempering

ulang hingga mencapai suhu 620

C ke-

mudian dibiarkan dingin dengan sendir-

quenchingtempering

tersebut akan menghasilkan baut mutu

tinggi yang memiliki kuat tarik ultimit (Fu)

dan kuat leleh (Fy) yang relatif lebih tinggi.

Untuk baut jenis A325 berdiameter 12.7

mm hingga 25.4 mm memiliki nilai F

u

=

838 MPa dan F

y

= 643 MPa, sedangkan

baut berdiameter 28.6 mm hingga 38.1

mm menghasikan nilai F

u

= 733 MPa dan

F

y

= 566 MPa.

Baut mutu tinggi memiliki kepala baut

berbentuk segi enam dengan pengencang

mur berbentuk segi enam pula. Sehingga

jenis baut ini dapat disebut sebagai baut

struktural heksa berat. Di atas kepala baut

harus ditandai (dengan A325 misalnya)

dan disertai dengan simbol pabrik pem-

buatnya. Bagian ulir dari baut mutu tinggi

lebih pendek dibandingkan baut lainnya,

sehingga dapat mengurangi kemungkinan

terjadinya bidang tumpu pelat pada

bagian yang berulir. Dimensi dari baut

A325 dapat dilihat pada Gambar 3 dan

Tabel 1.

Pemasangan baut mutu tinggi memer-

lukan gaya tarik awal untuk menghasilkan

Y. Djoko Setiyarto