< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 3 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 1

23

H a l a m a n

dari dunia nyata yang diimplementasi-

kan kedalam bentuk basis data. Bi-

asanya enterprise ini merupakan se-

buah bentuk pengelolaan dari or-

ganisasi.

3. Bisnis atau organisasi yang dibentuk

untuk menghasilkan produk atau mem-

berikan pelayanan. (O’Rouke, 2003).

Arsitektur

Pengertian arsitektur disini hanya

terbatas pada pengertian umum yang

berhubungan konstruksi fisik, tetapi juga

pada konteks bisnis dan arsitektur untuk

rekayasa

perangkat

lunak,

berikut

beberapa pengertian yang berhubungan

arsitektur:

Architecture

komponen - komponen sebuah sistem

yang terdiri dari jaringan, perangkat

keras dan lunak yang distrukturkan.

(Electronic Industry Association, 2008).

b. Rancangan untuk segala tipe struktur,

baik fisik maupun kontekstual, nyata

maupun tidak nyata. (O’Rouke, 2003 :

6)

Dari pengertian diatas dapat diambil

suatu kesimpulan bahwa arsitektur pada

dasarnya

menggambarkan

bentuk

konstruksi sistem yang diwujudkan dalam

sebuah model (cetak biru) yang dilihat dari

beberapa sudut pandang.

Enterprise Architecture Planning (EAP)

Enterprise Architecture Planning

EAP

metode yang digunakan untuk memban-

gun sebuah arsitektur informasi. Menurut

EAP

tode pendekatan perencanaan kualitas

data yang berorientasi pada kebutuhan

bisnis serta bagaimana cara implementasi

dari

arsitektur

tersebut

dilakukan

sedemikian rupa dalam usaha untuk men-

dukung perputaran roda bisnis dan penca-

paian isi sistem informasi dan organisasi.

EAP

merancang bisnis dan arsitekturnya, tetapi

mendefinisikan kebutuhan bisnis dan

EAP

menjelaskan mengenai data, aplikasi dan

teknologi yang dibutuhkan untuk

mendukung bisnis organisasi. Untuk hal

tersebut tadi, Steven H Spewak

menyatakan bahwa pemakaian istilah

arsitektur terdiri dari arsitektur data,

arsitektur aplikasi, dan arsitektur

teknologi. Arsitektur disini dimaksudkan

layaknya cetak biru, penggambaran, atau

model.

Perbedaan EAP dengan Sistem Informasi

Tradisional

EAP

memiliki

perbedaan

dengan

perancangan sistem informasi yang

tradisional dalam empat hal, yaitu:

1. Arsitektur dapat ditemukan dalam

model bisnis fungsional. Pendekatan

tradisional untuk perencanaan sistem

tidak dimulai dengan definisi secara

keseluruhan dari bisnis tersebut,

namun dimulai dengan kelompok

sistem analis yang bertanya , “Sistem

apa

yang

anda

butuhkan?”

Pendekatan

modern

untuk

perencanaansistem dimulai dengan

sistem analis yang bertanya, “Apa saja

critical success factor?”

sebagai “informasi apa yang paling

anda butuhkan?”

2. EAP mendefinisikan data sebelum

aplikasi.

Pendekatan

tradisional

dimulai

dengan menentukan aplikasi apa saja

yang diperlukan untuk mendukung

bisnis dan apa saja yang dapat

diselesaikan oleh aplikasi tersebut.

Langkah

berikutnya

adalah

menentukan data apa saja yang harus

diproses.

Pada

EAP,

arsitektur

pertama

mendefinisikan semua data yang

diperlukan untuk mendukung bisnis.

Setelah arsitektur tersebut selesai,

arsitektur berikutnya mendefinisikan

semua aplikasi yang dibutuhkan