< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 5 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 1

37

H a l a m a n

minyak bumi yang dibawa kapal-kapal

tanker via selat malaka (2003) adalah 11

http://

www.eia.doe.gov/emeu/cabs/choke.html).

Letak Asia Tenggara yang sangat

strategis berdasarkan jalur ini, tentu saja

menempatkan Asia Tenggara sebagai

kawasan yang sangat penting baik

ekonomi maupun keamanan. Oleh karena

itu, AS memiliki kepentingan-kepentingan

untuk akses bebas dan terbuka di jalur di

Asia Tenggara, baik untuk kepentingan

proseprity

national security

KEPENTINGAN POLITIK

Jumlah penduduk yang besar,

kondisi sosial budaya yang beragam,

sistem pemerintahan yang cenderung

lemah, serta krisis ekonomi yang masih

belum pulih, adalah gambaran kondisi

aktual yang dialami sebagian besar

negara Asia Tenggara, secara tidak

langsung mempengaruhi kepentingan-

kepentingan AS.

Terdapat beberapa kepentingan AS

secara politis di kawasan ini. Terutama

terhadap Indonesia, sebagai negara

keempat terbesar di dunia, dengan

kumunitas muslim yang terbesar di

seluruh dunia, negara eksportir minyak

dan gas terbesar di kawasannya, serta

satu-satunya negara Asia Tenggara yang

menjadi

anggota

Organization

of

Petroleum Exploring Countries

merupakan titik tumpu ASEAN.

Sebagai negara eksportir minyak

dan gas terbesar di Asia Tenggara, AS

harus memiliki hubungan yang baik dan

stabil dengan Indonesia. Bagaimanapun

juga kebutuhan energi AS yang sangat

besar dan Indonesia salah satu sumber

pemenuhan

kebutuhan

tersebut.

Sementara sebagai satu-satunya anggota

OPEC di Asia Tenggara, Indonesia tentu

saja memiliki peran dalam mengontrol

harga minyak. Setidaknya ikut serta dalam

pembuatan kebijakan yang berkenaan

dengan minyak. Oleh karena itu tidak ada

alasan

bagi

AS

untuk

tidak

memperhitungkan Indonesia dalam hal ini.

THE

SECOND FRONT WAR ON TERRORISM

Pasca terjadinya serangan 11 Sep-

tember 2001, Asia Tenggara tiba-tiba saja

menjadi wilayah yang mendapat perhatian

khusus oleh negara-negara di dunia teru-

tama oleh Amerika Serikat (AS). Sebelum

serangan tersebut terjadi AS sebenarnya

lebih memfokuskan perhatiannya terha-

dap negara-negara di kawasan Asia Sela-

tan dan Timur Tengah. Namun kemudian,

“war against terrorism”

dangkan AS, dengan cepat juga peruba-

han orientasi AS berpindah pada Asia

Tenggara.

Asia Tenggara merupakan kawasan

yang labil secara politis dan ekonomi yang

memuncak sejak tahun 1997. Ketika kri-

sis ekonomi mulai meradang pada tahun

1997, diikuti dengan adanya krisis politik,

Asia tenggara juga diwarnai dengan gera-

kan-gerakan menentang pemerintahan

termasuk gerakan-gerakan separatisme,

bahkan aksi atau demonstrasi anti-

Amerika.

Ketika “perang melawan terorisme

internasional” mulai dikampanyekan, den-

gan Al-Qaeda sebagai tersangka kuat yang

dituduh sebagai kelompok yang harus

bertanggung jawab dibalik kejadian terse-

but, maka dengan seketika pandangan AS

khususnya dan negara-negara dunia mem-

fokuskan diri terhadap negara-negara den-

gan populasi Muslim di dalamnya. Maka,

Asia Tenggara pun menjadi pusat per-

hatian karena jumlah penduduk Muslim-

nya yang besar. Bahkan Indonesia adalah

negara dengan penduduk Muslim terbesar

di dunia, ditambah dengan Malaysia dan

Brunei Darussalam negara dengan