< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 4 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 1

74

H a l a m a n

Thresholding

Thresholding

pemisahan

piksel-piksel

berdasarkan

derajat keabuan yang dimilikinya. Piksel

yang memiliki derajat keabuan lebih kecil

dari nilai batas yang ditentukan akan

diberikan nilai 0, sementara piksel yang

memiliki derajat keabuan yang lebih besar

dari batas akan diubah menjadi bernilai 1.

Secara

sederhana,

thresholding

digunakan untuk menghilangkan informasi

citra yang memiliki derajat keabuan di

threshold

Proses

thresholding

yang

dideskripsikan oleh persamaan di atas

mereduksi berbagai derajat keabuan citra

sehingga hanya ada dua derajat keabuan,

GaGb

citra yang menampung dua derajat

Thresholding

reducing

computation costs

Analisis Tekstrur

Tekstur merupakan karakteristik

intrinsik dari suatu citra yang terkait

roughness

granulation

regularity

Aspek tekstural dari sebuah citra dapat

dimanfaatkan

sebagai

dasar

dari

segmentasi,

klasifikasi,

maupun

interpretasi citra.

Tekstur dapat didefinisikan sebagai

fungsi dari variasi spasial intensitas piksel

(nilai keabuan) dalam citra. Berdasarkan

strukturnya, tekstur dapat diklasifikasikan

dalam dua golongan.

1. Makrostruktur

Tekstur

makrostruktur

memiliki

perulangan pola lokal secara periodik

pada suatu daerah citra, biasanya

terdapat pada pola-pola buatan

manusia dan cenderung mudah untuk

direpresentasikan secara matematis.

2. Mikrostruktur

Pada tekstur mikrostruktur, pola-pola

lokal dan perulangan tidak terjadi

begitu jelas, sehingga tidak mudah

untuk memberikan definisi tekstur

yang komprehensif.

Contoh gambar berikut ini menunjukkan

perbedaan tekstur makrostruktur dan

mikrostruktur yang diambil dari album

tekstur Brodatz.

Gambar 1

Contoh tekstur visual dari Album Tekstur Brodatz .

Atas: makrostruktur Bawah: mikrostruktur

Analisis tekstur bekerja dengan

mengamati pola ketetanggaan antar

piksel dalam domain spasial. Dua

persoalan yang seringkali berkaitan

dengan analisis tekstur adalah.

1. Ekstraksi ciri

Ekstraksi ciri merupakan langkah

awal dalam melakukan klasifikasi dan

interpretasi citra. Proses ini berkaitan

dengan kuantisasi karakteristik citra

ke dalam sekelompok nilai ciri yang

sesuai. Dalam praktikum ini kita akan

mengamati metoda ekstraksi ciri

statistik orde pertama dan kedua,

serta mengenali performansi masing-

masing skema dalam mengenali citra

dengan karakteristik tekstural yang

berlainan.

Jana Utama,ST.