< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 8 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 2

130

H a l a m a n

e. Harga Produk

Harga

produk

minuman

yang

ditawarkan cukup beragam, namun

masih

pada

range

yang masih

terjangkau. Satu gelas kopinya sekitar

Rp 12.000-Rp 18.000.

PEMBAHASAN

Chaney mengutarakan pada bukunya

Lifestyle

-bentuk

sosio-stuktural

seperti

pekerjaan, gender, lokalitas, etnisitas

dan umur pun bisa masuk dalam

kategori ini dan faktor-faktor tadi

membentuk identifikasi baru gaya hidup

atau

cara-cara

berperilaku

yang

berkaitan dengan ekspektasi-ekspektasi

konvensional

yang

kemudian

membentuk pola-pola baru pilihan

melalui cara-cara pola cita rasa yang

membentuk dan menyokong hierarki

hak-hak istimewa dan status.

Budaya tubuh atau budaya cita rasa

yang merupakan ciri gaya hidup

posmodern dapat diamati dari sudut

surfaces

Warna

dan

gaya

rambut,

cara

berpakaian, kendaraan yang dipakai

atau makanan yang dikonsumsi dapat

mengidentifikasikan seseorang dengan

suatu ikon budaya cita rasa tertentu.

Starbuck merupakan produk yang dapat

dinikmati hanya oleh sebagian orang,

dan sebagian orang tersebut dapat

diidentifikasikan sebagai kelompok

sosial atas. Keberadaan Starbucks di

Indonesia

beserta

perangkat

fasilitasnya, baik desain ruang dan

desain perangkat makan minumnya,

memfasilitasi gaya hidup kelas sosial

tertentu

di

masyarakat

terutama

masyarakat kelas atas.

Hal ini terlihat jelas setelah kita

melakukan beberapa perbandingan

dengan fungsi yang sama yaitu

sebagai kedai kopi, namun dengan

adanya perbedaan desain ruang,

fasilitas, kreativitas dalam desain

penyajian, memberikan diferensiasi

secara jelas, antara kelas sosial

bawah dan kelas sosial atas.

David Chaney dalam bukunya yang

berjudul „Life Style‟ menerangkan

gaya

hidup

adalah

pola-pola

tindakan yang membedakan antara

satu orang dengan orang lain.

Penggunaan fasilitas secara fisik

berbeda ini memberikan efek,

pengguna Starbucks dan pengguna

kedai

kopi

tradisional

dapat

dibedakan

dari

surfaces

terutama

perilaku

dan

penampilannya.

Di Indonesia jumlah masyarakat

kelas

sosial

menengah,

dan

menengah ke bawah jauh lebih

banyak jumlahnya daripada kelas

sosial atas.

Gambar 10 : Piramida Social difference

Ryanty D & Cherry D