< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 9 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 2

131

H a l a m a n

Pengaruh Starbucks yang menjadi

simbol kedai kopi kelas sosial atas,

cukup besar di masyarakat terutama

bagi beberapa kedai kopi di Indonesia.

Mereka masih mencoba mengambil

citra “trend” Starbucks pada identitas

mereka. Sebagai contoh :

Logo Ngopi Doeloe dan Logo

Starbucks memiliki kemiripan pada

bentuk dasar dan bordernya. (lihat

gambar 5 dan gambar 9 )

Terdapat

beberapa

kedai

kopi

tradisional maupun kaki lima yang

menggunakan “plesetan” nama dan

logo Starbucks.(lihat gambar 11-12)

Gambar 11 : Kedai kopi tradisional

“Setarbak Kopi”

Gambar 12 : Kedai kopi kaki lima “Starblacks”

Hal ini menyebabkan kedai kopi

“Ngopi Doeloe” yang notabene

menawarkan harga yang masih

terjangkau cukup banyak diminati,

terutama bagi masyarakat yang ingin

menikmati

minuman

kopi

ala

Starbucks dengan harga yang lebih

terjangkau. Pengaruh Starbuck masuk

ke

Indonesia,

mempengaruhi

beberapa pengusaha kuliner untuk

membuka bisnis baru di bidang

minuman kopi yang disajikan ala

Starbucks dengan harga terjangkau,

seperti yang diutarakan Sudarmawan.

Juwono bahwa gaya hidup muncul

dalam berbagai bentuk produksi

manusia serta mempengaruhi pola

ekonomi, membentuk bisnis baru.

Selain permasalahan harga, inspirasi

ruang Starbucks dengan konsep

lounge café

digunakan oleh Ngopi Doeloe, yaitu

dengan

sofa-sofa

empuk,

pencahayaan dan elemen warna

interior yang nyaman, menimbulkan

gaya hidup baru pada konsumennya.

Kedai tesebut tidak hanya digunakan

sebagai sarana makan dan minum,

namun juga mengalami perubahan

hang out

kawula muda, tempat bekerja, tempat

meeting

internetan, dll, yang menyebabkan

penggunaan fasilitas kedai tersebut

dalam jangka waktu yang cukup lama,

bahkan untuk beberapa kelompok

orang yang dapat menghabiskan

waktu berjam-jam “nongkrong” di

sana.

Ryanty D & Cherry D