< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 2 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 2

134

H a l a m a n

proyek adalah suatu motivasi untuk

memanajemen kebutuhan. Selain itu,

m a n a j e m e n

k e b u t u h a n

d a p a t

meningkatkan kemungkinan sebuah

proyek menjadi sukses serta akan

memunculkan kelebihan-kelebihan yang

menjadi faktor dalam mendukung

suksesnya suatu proyek.

Sebelum masuk ke tahap pembahasan

lain, ada baiknya membahas terlebih

dahulu apa yang dimaksud dengan

kebutuhan. Kebutuhan adalah kondisi

atau kemampuan yang sebuah sistem

harus penuhi. Dalam sebuah sistem ada

istilah yang disebut sebagai kebutuhan

perangkat lunak. Kebutuhan software

didefinisikan dalam berbagai pengertian,

antara lain:

a. Kemampuan sebuah perangkat lunak

dibutuhkan oleh penggunanya untuk

memecahkan masalah atau untuk

mencapai sebuah tujuan.

b. Kemampuan sebuah perangkat lunak

harus bisa dipadukan oleh sebuah

sistem atau komponen dari sistem

tersebut untuk memenuhi sebuah

contract, spesifikasi, standar, atau

dokumen formal lainnya.

Seperti telah disebutkan sebelumnya,

untuk bisa mendapatkan hasil yang baik

maka dalam membangun sebuah sistem

dibutuhkan manajemen kebutuhan.

Manajemen kebutuhan dapat diartikan

sebagai:

a. Sebuah pendekatan yang sistematik

untuk mengelisitasi, mengorganisir,

dan mendokumentasikan kebutuhan-

kebutuhan dari sebuah sistem.

b. Sebuah proses yang menyediakan

dan mengatur perjanjian antara

customer dan tim proyek dalam

pengubahan kebutuhan dari sebuah

sistem.

Permasalahan dalam Merekayasa dan

Memanajemen Kebutuhan

Tentunya dalam mencapai sesuatu yang

baik terkadang seseorang menemukan

kendala-kendala baik yang memberikan

pengaruh secara besar ataupun kecil.

Sama seperti hal tersebut, terdapat

masalah-masalah yang dihadapi dalam

memanajemen kebutuhan. Dalam survey

yang dilakukan pada tahun 1996

terhadap pihak pengembang, manajer,

dan personil penjamin kualitas ditemui

empat masalah dasar dalam merekayasa

kebutuhan, antara lain:

a. Tidak bisa menelusuri perubahan

kebutuhan (71%)

b. Susah menuliskan kebutuhan (70%)

c. Fitur-fitur kebutuhan di luar nalar

(67%)

d. Kebutuhan tidak terorganisasi dengan

baik (54%).

Ket ik a

p e rm as ala ha n

d i

at as

dikombinasikan dengan manajemen

skills

tools

salah maka kebutuhan yang baik tidak

dapat ditemukan.

Skills

Dalam sub bab sebelumnya disebutkan

beberapa masalah yang dihadapai baik

dalam perekayasaan dan manajemen

kebutuhan. Untuk bisa memecahkan

permasalahan di atas maka dibutuhkan

skills

kebutuhan. Ada beberapa kemampuan

utama yang harus dimiliki oleh seorang

perekayasa kebutuhan, yaitu:

a. Mampu menganalisa masalah

Ada beberapa langkah dalam menganalisa

permasalahan yaitu:

1) Mendapatkan persetujuan dari

masalah-masalah yang sedang

dipecahkan.

2) M e n g i d e n t i f i k a s i

p e m a n g k u

kepentingan.

3) Mendefinisikan lingkup dari sistem.

4)

Mengidentifikasi batasan-batasan

yang diterapkan ke dalam sistem.

Adam Mukharil Bachtiar