< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 14 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 2

176

H a l a m a n

merupakan pintu masuk menuju pusat

kota dan merupakan Land Mark di

kawasan tersebut.

b. Pengetahuan, tindakan dan perilaku

responden di jalan Ir. H. Djuanda

Masih kurangnya pengetahuan

masyarakat terhadap pemberlakuan

Perda K3 akan berpengaruh pada

perilaku masyarakat. Masih terlihat

perilaku negatif atau menunjukkan

masih kurangnya sosialisasi. Dari

beberapa perilaku negatif yang

melanggar aturan K3 dapat dikatakan

bahwa tingkat pelanggaran yang akan

sulit untuk ditertibkan adalah

menyeberang sembarangan dan buang

sampah sembarangan. Hal ini akan

sangat sulit untuk melakukan

pemantauan karena melibatkan

seluruh masyarakat sebagai calon

pelanggar dan juga tergantung pada

tingkat kesadaran masyarakat

sehingga diperlakukanaa pendekatan

yang tepat, serta lokasinya yang tidak

tentu. Tingkat pelanggaran yang

rendah seperti mencoret dan

menyebarkan selebaran dapat

diminimalisir dengan melakukan

pemantauan atau pengawasan secara

intensif karena pelangaran seperti ini

hanya terjadi di titik-titik tertentu saja.

c. Evaluasi pelaksanaan Perda K3 dari

perspektif kelembagaan

Dalam penegakkanya belum secara

penuh aturan K3 ditegakkan dan baru

dari beberapa diantarannya. Seperti

penertiban kegiatan PKL, gelandang,

pengemis dan pengamen, tertib

menyeberang, tertib tuna susila namun

tidak efektif karena belum secara jelas

dan rinci tentang aturan pengawasan.

Pelaksanaan pengawasan masih

lemah sehingga fakta dilapangan

menunjukkan pelanggaran yang terjadi

diluar kendali aparat. Aktivitas PKL,

gelandangan dan pengemis kembali

beraktivitas pasca penerbitan karena

Satpol PP memiliki keterbatasan

p e r s o n i l

k a r e n a

h a r u s

bertanggungjawab untuk menegakkan

kurang lebih 33 buah Perda.

Sedangkan elemen pemerintah

kecamatan hanya dapat memberikan

penyuluhan dan bimbingan yang tidak

diimbangi oleh kesadaran masyarakat

sehingga dalam penegakkan Perda

tidak efektif.

d. Evaluasi pelaksanaan Perda K3 dari

perspektif ketersediaan infrastruktur

Dari hasil penelitian mengenai

infrastruktur dalam hal ini fasilitas

umum yang tersedia di jalan Ir. H

Djuanda menunjukkan bahwa belum

memenuhi kriteria yang ada. Fasilitas

penyeberangan seperti jembatan

penyeberangan yang ada tingkat

pemanfaatannya tidak maksimal

karena kenyamanan dan estetika

belum tercapai hal ini berdasarkan

banyak sampah, debu dan ditutupi

reklame. Selain itu juga berdasarkan

tingkat kepadatan pejalan kaki dan

konflik dengan kendaraan tinggi

terlihat dibeberapa titik namun belum

ada fasilitas penyeberangan yang

memadai. Seperti terlihat di

perempatan Simpang Dago, fasilitas

y a n g

t i d a k

m e m a d a i

a k a n

menimbulkan tingkat pelanggaran

tertib jalan yang semakin tinggi.

Profirio F. Xavier, Lia Warlina dan Teguh Widodo