< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 6 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 2

168

H a l a m a n

p e n y e l e n g g a r a a n

k e t e r t i b a n ,

kebersihan dan keindahan Kota

Bandung.

6. Teknik pengambilan sampel yang

digunakan didalam penelitian ini

adalah mengunakan teknik sampling

accidental sampling).

Menurut Rahmat (2002), bahwa teknik

accidental

sampling)

ditunjukkan kepada orang yang sedang

beraktivitas”. Alasan peneliti dalam

menggunakan teknik sampling

(accidental sampling)

pengambilan

sampel

didalam

penelitian ini, dimana peneliti dalam

menyebarkan angket ditujukan

langsung kepada masyarakat yang

kebetulan sedang beraktivitas di

sepanjang Jl. Ir. H. Djuanda. Dengan

mengunakan

teknik

sampling

(accidental sampling)

sangatlah tepat, sebab mobilitas dari

masyarakat di Jl. Ir. H. Djuanda

tersebut sangatlah tinggi sebab tidak

terikat pada suatu hirarki tertentu.

Artinya bahwa sifat dari masyarakat

tidak selalu menetap, tidak memiliki

jabatan tertentu tetapi selalu berubah

–ubah dalam setiap saat. Jumlah

sampel yang didapat sebanyak 100

orang responden selama penyebaran

angket dilakukan dalam waktu 4 hari.

HASIL EVALUASI

Matriks hasil evaluasi pelaksanaan aturan

kebersihan dari aspek kebijakan

pendukung, masyarakat, kelembagaan

dan aspek infrastruktur disajikan pada

Tabel-tabel berikut ini.

Profirio F. Xavier, Lia Warlina dan Teguh Widodo

Item

Aspek Kebijakan

Perda K3

Kebijakan Terkait

Tertib pedagang

kaki lima (PKL)

Aturan K3 hanya melarang dan

menertibkan sehingga diperlukan

kebijakan pendukung yang mampu

menyelesaikan permasalahan PKL

Tidak semua PKL ditertibkan tetapi

dapat memberikan ijin ditempat tertentu

tetapi kebijakan yang mengatur tentang

perijinan yang dimaksud juga belum

ada.

Kebijakan pendukung yang ada juga

memiliki substansi yang sama yaitu

melarang dan menertibkan

Belum ada kebijakan khusus

mengenai penataan PKL

Upaya penataan PKL di Jalan Ir. H.

Djuanda tidak diimbangi dengan

sistem pengawatan yang baik.

Tertib

menyeberang

jalan

Mewajibkan untuk mengunakan sarana

penyeberangan yang ada

Sarana penyeberangan di peruntukkan

bagi pejalan kaki.

Tertib

gelandangan,

pengemis dan

pengamen

Melarang

Menertibkan

Menyelengg ar akan

pend idi kan,

pembinaan dan pelatihan

Pemerintah berkewajiban untuk

melakukan rujukan ke panti sosial

Memberi perhatian namun masih

ada gelandangan, pengemis banyak

yang berkeliharan.

Tabel 1.

Matriks hasil evaluasi pelaksanaan aturan ketertiban dari aspek kebijakan pendukung,