< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 6 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 2

184

H a l a m a n

Raya Jatinangor. Pengaruh kegiatan

perguruan tinggi dapat diterjemahkan

sebagai

tarikan

dan

bangkitan

pergerakan

yang

diakibatkan

oleh

perguruan tinggi. Tarikan dan bangkitan

pergerakan tiap harinya pada masing-

masing periode memiliki karakteristik yang

berbeda-beda.

Kegiatan

perguruan

tinggi

yang

mempunyai kontribusi yang paling besar

terhadap volume lalu lintas di Jalan Raya

Jatinangor

adalah

UNPAD

dengan

kontribusi tarikan pergerakan yang paling

besar terjadi pada periode waktu Hari

Jumat pada siang hari sebesar 96,43%

dan tarikan sebesar 49,51% pada Hari

Senin periode waktu siang hari.

Pengaruh

kegiatan perguruan tinggi terhadap tingkat

pelayanan jalan mempunyai pengaruh

yang kecil, karena Jalan Raya Jatinangor

memiliki kapasitas jalan yang besar.

Walaupun pengaruh kegiatan perguruan

tinggi kecil terhadap tingkat pelayanan

jalan di Jalan Raya Jatinangor akan tetapi

kegiatan

perguruan

tinggi

tersebut

berpengaruh besar terhadap volume lalu

lintas di Jalan Raya Jatinangor. Adapun

tabel pengaruh kegiatan perguruan tinggi

terhadap volume lalu lintas dan tabel

pengaruh kegiatan perguruan tinggi

terhadap

tingkat

pelayanan

jalan

terlampir.

Analisis Korelasi Antara Tarikan dan

Bangkitan

Pergerakan

Terhadap

Karakteristik Aktivitas Kegiatan Perguruan

Tinggi

Dalam penelitian ini digunakan jenis

korelasi bivariat, yaitu korelasi antara satu

variabel bebas dan satu variabel

tergantung.

Analasis

bivariat

yang

digunakan dalam penelitian ini adalah

korelasi person. Korelasi pearson adalah

korelasi

yang

digunakan

untuk

mengetahui ada dan tidaknya hubungan

dua variabel, yaitu variabel bebas dan

variabel tergantung yang berskala interval

(parametric). Korelasi dapat menghasilkan

angka positif (+) atau negatif (-). Jika

korelasi angka positif, hubungan variabel

bersifat searah. Searah mempunyai

makna jika variabel bebasnya besar maka

variabel tergantungnya juga besar. Jika

korelasi menghasilkan angka negatif

maka hubungan kedua variabel tidak

bersifat searah. Tidak searah mempunyai

makna jika variabel bebas besar maka

variabel tergantungnya menjadi kecil.

Adapun ketentuan angka korelasi dapat

dilihat pada Tabel 2

.

Tabel 2

Penentuan Angka Korelasi

Sumber: Sarwono, 2005

Adapun korelasi antara tarikan pergerakan

dan

bangkitan

pergerakan

dengan

karakteristik aktivitas perguruan tinggi

dapat dilihat pada Tabel 3.

Berdasarkan Tabel 3 korelasi yang

mempunyai hubungan yang sangat kuat

adalah

korelasi

antara

bangkitan

pergerakan

dengan

jadwal

kuliah

menunjukan korelasi yang sangat kuat

diantara korelasi-korelasi yang lain dengan

nilai korelasinya 0,900. Korelasi antara

bangkitan pergerakan (Y) dengan jadwal

kuliah (X

5

) bernilai positif (+) yang artinya

semakin padat jadwal kuliah perharinya

maka bangkitan pergerakannya semakin

tinggi pula. Sedangkan nilai koefisien

determinasinya sebesar 81%, hal ini

berarti kontibusi atau peranan yang

diberikan oleh jadwal kuliah (X

5

) terhadap

bangkitan pergerakan kegiatan perguruan

tinggi (Y) sebesar 81%. Sedangkan untuk

19% merupakan kontribusi faktor-faktor

lain.

Eva Nursawitri, Romeiza Syafriharti dan L. Yossi Hastini

Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0 - 0,25

Korelasi

sangat

lemah (tidak ada)

> 0,25 - 0,5

Korelasi cukup

> 0,50 - 0,75

Korelasi kuat

> 0,75 – 1,00

Korelasi sangat kuat