< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 3 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 2

189

H a l a m a n

Maal wa Tamwil (BMT)

pendukung kegiatan ekonomi masyarakat

syariahBMT

dalam operasional usahanya pada

dasarnya hampir mirip dengan perbankan

yaitu melakukan kegiatan penghimpunan

dana dari masyarakat dalam bentuk

simpanan dan menyalurkan dana kepada

masyarakat yang membutuhkan dalam

bentuk pembiayaan, serta memberikan

jasa-jasa yang dibutuhkan oleh

masyarakat.

Baitul Maal wa Tamwil (BMT)

Baitul Maal wa Tamwil (BMT)

Menurut Khaerul Ummam yang diperoleh

dari

http//suaramerdeka.cetak/

BMT

Baitul Mal wa Tamwil

adalah sebagai berikut:

funding

lending

3. Produk jasa

4.tabarruZISWAHZakat, Infaq,

Shadaqah, Wakaf, dan Hibah)”

Baitul Maal

wa Tamwil (BMT)

Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis

Ulama

Indonesia

(DSN-MUI)

dapat

dikemukakan sebagai berikut:

1. Produk penghimpunan dana yang ada

Baitul Maal wa Tamwil (BMT)

umumnya berupa simpanan atau

tabungan dikenal adanya dua jenis

wadiah

mudharabah

2. Produk penghimpunan dana yang

Baitul Maal wa Tamwil

(BMT)

akad tradisional Islam:

 Jual Beli

Murabahah

barang sebesar harga pokok

barang

ditambah

dengan

margin

keuntungan

yang

disepakati.

Salam

dengan

cara

pemesanan

dengan syarat-syarat tertentu

dan pembayaran tunai terlebih

dahulu secara penuh.

Istishna

dalam

bentuk

pemesanan

pembuatan barang dengan

kriteria

dan

persyaratan

tertentu

yang

disepakati

dengan pembayaran sesuai

dengan kesepakatan.

 Bagi Hasil

Fungsinya

sebagai

pengganti

bunga. Akad ini unik, karena dalam

Baitul Maal wa Tamwil

(BMT)

sisi

sekaligus,

yaitu

sisi

funding

lending

 Sewa-Menyewa

Baitul Maal wa

Tamwil (BMT)

ini

diterapkan

dalam

produk

penyaluran

dana

berupa

ijarah

ijarah muntahia bit tamlik(IMBT),

 Pinjam-meminjam yang Bersifat

Sosial

Baitul Maal wa

Tamwil (BMT)

meminjam dikenal dengan nama

qardh

meminjam dana tanpa imbalan

dengan kewajiban pihak peminjam

mengembalikan pokok pinjaman

secara sekaligus atau cicilan dalam

jangka waktu tertentu. Ada juga

qardh

al-hasan

(pinjaman

kebajikan), yang pada dasarnya

dalam hal nasabah tidak mampu

mengembalikan, maka seyogyanya

pihak pemberi pinjaman bisa

mengikhlaskannya

Produk jasa merupakan produk

yang saat ini banyak dikembangkan

oleh Lembaga Keuangan Syariah

BMT

melalui produk ini bank akan

mendapatkan pendapatan berupa

fee

Sri Dewi Anggadini