< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 4 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 2

202

H a l a m a n

elemen tersebut dirawat apakah per

minggu, per bulan ataukah per tahun.

Pemilihan ini berdasarkan sejauh mana

kerusakan dihubungkan dengan faktor

keamanan dan produktivitas.

Pekerjaan yang perlu untuk menghambat

kerusakan adalah sebagai berikut:

 Tambalan, termasuk penggantian rutin

di suatu area

 Penggantian seluruh elemen dari

komponen—komponen karena:

 Fungsi tidak memuaskan

 Menyebabkan pemeliharaan yang

tinggi atau biaya pemeliharaan yang

sangat besar

 Tidak memenuhi nilai estetika

 Pemeliharaan dengan suatu lapisan

yang dilakukan dengan tujuan baik

untuk maksud memperpanjang usia

dari material yang dijaga tersebut

maupun untuk memelihara keindahan.

 Pembersihan, walaupun merupakan

aktifitas terpisah, namun pembersihan

ini memiliki implikasi pemeliharaan

yang penting dalam memperlambat

kerusakan dan memelihara keindahan.

Menurut Departemen Pekerjaan Umum

Cipta Karya kegiatan pemeliharaan adalah

kegiatan

melakukan

pengopersian,

pembersihan, perapihan dan pengecekan

berkala.

Untuk

memudahkan

keperluan

perencanaan,

kegiatan

pemeliharaan

dapat dilakukan dengan mengelompokan

elemen—elemen bangunan sebelumnya :

1. Elemen—elemen yang didesain secara

tepat masa layannya sesuai usai

rencana

dari

bangunan

tanpa

memerlukan

perhatian

dan

pemaliharaan khusus.

Contoh : Pondasi, beberapa bagian

seperti tiang penyokong, dimana

habisnya masalah layan yang tidak

sesuai

bangunan

diakibatkan

kesalahan

desain

atau

adanya

perubahan kondisi tanah yang tidak

dapat diramalkan.

2. Elemen—elemen yang kekuatan atau

masa layannya dapat diperpanjang

dengan penggantian sebagian kecil

elemen—elemennya pada jangka waktu

tertentu.

Contoh : Elemen seperti genteng

3. Elemen—elemen yang dipakai atau

ditentukan oleh manusia dan peralatan

mesin. Contoh : Elemen lantai, dimana

usia layannnya tergantung pada

kepadatan

dan

jenis

lalulintas

diatasnya

4. Elemen—elemen yang mudah kuno

karena adanya teknologi baru atau

perubahn mode. Elemen seperti ini

dimanfaatkan semaksimal mungkin

selama masih berfungsi dengan baik.

5. Elemen—elemen

yang

banyak

bersentuhan langsung dengan cuaca

yang menyebabkan kerusakan atau

perubahan bentuk dari semula. Dalam

hal ini kegiatan pemeliharaan dan

pembersihan yang teratur sangat

diperlukan.

Contoh: Pemeliharaan dengan pelapis

pada genting dan dinding luar.

6. Elemen—elemen yang memerlukan

lapisan pelindung. Untuk elemen

pengguna

lapisan

pelindung

memerlukan

perhatian

khusus.

Walaupun lapisan ini mungkin memiliki

nilai eksentrik, tetapi tujuan utama dari

pemeliharaan

adalah

untuk

memperpanjang usia layan elemen

yang dipelihara tersebut. Pastinya

kegiatan ini memerlukan proporsi

pengeluaran yang sangat besar

.

Kebijakan Pemeliharaan Bangunan

Kebijakan pemeliharaan adalah kebijakan

yang dengan keputusan pemeliharaan

diambil. Kebijakan ini dapat juga

didefinisikan sebagai peraturan dasar

untuk mengalokasikan sumber daya

man, materials and money

diantara alternatif tipe pemeliharaan yang

ada.

Agar

membuat

pengalokasian

sumber daya yang rasional. Keuntungan

dari kebijakan tersebut untuk organisasi

Yatna Supriyatna