< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 10 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.9, No. 2

224

H a l a m a n

sebagai batas daerah penerimaan dan

penolakan hipotesis. Tingkat signifikan

yang digunakan adalah 0,05 atau 5% ka-

rena dinilai cukup untuk mewakili hubun-

gan variabel – variabel yang diteliti dan

merupakan tingkat signifikasi yang umum

digunakan dalam suatu penelitian.

Menghitung nilai t

hitung

dengan mengetahui

apakah variabel koefisien korelasi signifi-

kan atau tidak dengan rumus :

t = t

hitung

Selanjutnya

menghitung

nilai

F

hitung

sebagai

Dimana:

R = koefisien kolerasi ganda

K = jumlah variabel independen

n = jumlah anggota sampel

Menggambar Daerah Penerimaan dan

Penolakan

Untuk menggambar daerah penerimaan

atau penolakan maka digunakan kriteria

sebagai berikut :

 Hasil t

hitung

dibandingkan dengan F

tabel

dengan kriteria :

 Jika t

hitung

≥ t

tabel

maka H

o

ada di

daerah penolakan, berarti H

a

diterima artinya antara variabel X

dan variabel Y ada pengaruhnya.

 Jika t

hitung

≤ t

tabel

maka H

o

ada di

daerah penerimaan, berarti H

a

ditolak artinya antara variabel X dan

variabel Y tidak ada pengaruhnya.

 t hitung; dicari dengan rumus

perhitungan t hitung, dan

 t tabel; dicari di dalam tabel

distribusi

t

student

dengan

ketentuan sebagai berikut, α = 0,05

dan dk = (n-k-1) atau 24-2-1=21

 Hasil Fhitung dibandingkan dengan

F

tabel

dengan kriteria :

 Tolak H

o

jika F

hitung

> F

tabel

pada

alpha 5% untuk koefisien positif.

 Tolak H

o

jika F

hitung

< F

tabel

pada

alpha 5% untuk koefisien negatif.

 Tolak H

o

jika nilai F-sign < ɑ ),05.

Menggambar Daerah Penerimaan dan

Penolakan

Gambar 3.1

Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis

Penarikan Kesimpulan

Berdasarkan gambar di atas, daerah yang

diarsir merupakan daerah penolakan H

o

,

dan berlaku sebaliknya. Jika t

hitung

dan

F

hitung

jatuh

di

daerah

penolakan

(penerimaan), maka H

o

ditolak (diterima)

dan H

a

diterima (ditolak). Artinya koefisian

regresi

signifikan

(tidak

signifikan).

Kesimpulannya, Perputaran Aktiva Tetap

dan Perputaran Piutang berpengaruh

(tidak

berpengaruh)

terhadap

profitabilitas. Tingkat signifikannya yaitu 5

% (α = 0,05), artinya jika hipotesis nol

ditolak

(diterima)

dengan

taraf

kepercayaan 95 %, maka kemungkinan

bahwa hasil dari penarikan kesimpulan

mempunyai kebenaran 95 % dan hal ini

menunjukan adanya (tidak adanya)

pengaruh yang meyakinkan (signifikan)

antara dua variabel tersebut.

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Analisis Tingkat Perputaran Aktiva Tetap

Perputaran aktiva tetap merupakan rasio

penjualan perusahaan terhadap aktiva

tetap

yang

dimiliki

perusahaan.

Ari Bramasto