< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 4 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

6

H a l a m a n

Prinsip pertama kreatifitas dalam sebuah

iklan adalah bahwa kreatifitas tidak

menciptakan sesuatu dari yang tidak ada.

Kreatifitas membuka, memilih, kemudian

mengatur

kembali,

menggabungkan,

menghasilkan fakta, keahlian dan ide yang

sudah ada sebelumnya. Dalam arti lain

bahwa kreatifitas adalah penggabungan ide-

ide yang telah ada untuk menciptakan

sesuatu yang baru (Roman, Maas &

Nisenholtz, 2005).

Pesan iklan yang terbaik adalah

pesan yang mampu membuat konsumen

mengerti, tertarik dan yang terpenting

mampu menggambarkan kelebihan produk

secara proporsional.

Daya tarik pesan seperti yang

diungkapkan oleh M. Suyanto, bhwa ada

beberpa daya tarik dari pesan yang turut

menentukan keberhasilan dalam beriklan,

diantaranya :

a.

penggunaan figure

selebritis amat membantu sebuah

produk dalam memperkenalkan dan

mempertahankan penjualan. Selebritis

tidak saja dari kalangan artis, perfilman

entertainer.

b. Rasa takut, daya tarik ini lebih

cenderung untuk memperbaiki motivasi,

tindakan pencegahan dan biasanya

diaplikasikan dalan dunia kesehatan.

c. Kesalahan, konsep kesalahan sebagai

salah satu konsep komunikasi untuk

menarik perhatian seseorang terhadap

berbagai aktivitasnya yang dianggap

lumrah, wajar sehingga menurutnya

benar.

d. Komparatif dengan perbandingan yang

menjanjikan kemajuan atau keuntungan.

Komparasi adalah salah satu cara

terbaik dalam memperkenalkan produk

serta meningkatkan kesadaran merek,

komparasi yaitu membandingkan produk

yang satu dengan pesaing atau dengan

produk lama.

e. Positif/rasional, cara ini menekankan

kepada

alasan

dasar,

manfaat,

pengalaman

terhadap

penggunaan

merek. Iklan dengan gaya rasional

menekankan fakta, belajar dan ajakan

logis

serta

jaminan

yang

dapat

memuaskan konsumen.

f. Emosional atau persamaan persepsi

tentang kebutuhan.Faktor emosional

dominan terhadap kebutuhan psikologis,

yaitu tentang kepuasan, kenyamanan

dan sebagainya.

g. Humor, dapat menjadi metode yang

efektif untuk menarik perhatian terhadap

iklan.

Humor memang setiap orang suka

humor, tak terkecuali siapapun dia, baik

artis, pedagang, karyawan, pegawai negeri,

pejabat bahkan presiden pun suka humor.

Terkadang mereka menggunakan humor

saat memberikan reaksi terhadap suatu

kondisi atau menciptakan reaksi yang

diinginkan.

Pengiklan

menggunakan

menggunakan humor sebagai sarana untuk

menciptaklan tujuan agar informasi yang

disampaikan

memicu

perhatian,

mengarahkan konsumen terhadap tuntutan

produk, mempengaruhi sikap, yang pada

ahirnya menciptakan perilaku konsumen

untuk membeli atau menggunakan produk.

Mentransformasikan humor ke dalam

sebuah iklan, bukanlah ide yang tanpa

tujuan. Seperti halnya banyak kiat yang

sudah dipraktekkan, kiat menyisipkan unsur

humor ke dalam iklan memiliki tujuan

memberi daya tarik dari iklan itu sendiri.

Akan halnya memasang iklan yang

“humoris” di layar TV, tentu saja untuk

memancing perhatian para pemirsa TV

terhadap suatu produk yang ditawarkan.

Humor, untuk sebagian kalangan

praktisi periklanan dipandang memiliki

kekuatan mempersuasi calon konsumen.

Selain mengandalkan kelucuan naskah

iklannya, tidak jarang para penggarap iklan

memakai seorang pelawak sebagai model

iklan. Mereka mempunyai rumusan bahwa

dialog yang dibawakan serta logat sang

pelawak

akan

melahirkan

banyolan-

banyolan segar yang merangsang perhatian

pemirsa.

Timbul

persoalan

yang

isinya

mempertanyakan

kembali,

apakah

Melly Maulin Purwaningwulan, S. Sos.,M. Si.