< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 5 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

13

H a l a m a n

kemudian saat tahap kontak dan beban

diaplikasikan dof U1, U2, R3 saja yang

bebas bergerak.

rigid body reference node

(RF) pada elemen grip beban sebagai

benda tegar yang menggunakan elemen

3D Discrete Rigid

titik nodal RF ini, pada tahap awal,

seluruh 6 dof dikekang, kemudian pada

tahap kontak dan pembebanan, hanya

dof U1, U2, dan R3 yang bebas

bergerak.

Penyelesaian problem kontak dengan

ABAQUS memerlukan tahapan (STEP) untuk

software

menganalis dengan baik. Setiap STEP harus

berurutan sesuai logika kenyataan, dan

STEP sebelumnya akan mempengaruhi

STEP berikutnya (propagated). Untuk model

numerik Spesimen Sambungan Baut yang

digunakan dalam penelitian ini, jumlah STEP

yang ditetapkan adalah sebanyak 4 buah,

yaitu:

part

assembly

satu kesatuan model perlu didefinisikan

jenis interaksi kontak dan kondisi batas

(boundary condition) yang diperlukan.

Pada tahap ini belum ada beban atau

peralihan yang diberikan.

b. Step 1 – CF ke CF. Pada tahap ini

diasumsikan telah terjadi kontak antara

coldformed

coldformed

dianggap saling kontak maka perlu

diberikan gaya pemicu yang sangat kecil,

pressure

sebesar 0.001 N yang saling

berlawanan. Gaya ini juga merupakan

model dari pengencangan baut yang

tidak divisualisasikan bentuk bautnya.

c. Step 2 – kontak pin. Pada tahap ini

diasumsikan telah terjadi kontak antara

coldformed

batang baut berdiameter 5 mm dan

berdiameter 18 mm. Gesekan yang

timbul antara batang baut dan

coldformed

Kemudian agar dapat dipelajari perilaku

coldformed

pin terjadi, maka pada tahap ini

pergerakan baut dalam arah U1, U2 dan

R3 dibebaskan.

d. Step 3 – grip beban. Pada tahap ini pelat

coldformed

gaya angkat ke atas pada ujungnya

displacement

nodal RF dari elemen grip beban.

displacement

trial and

error

Penentuan kesuksesan dari simulasi

numerik atau studi parametris ini juga

bergantung pada penentuan kepadatan

meshing

Semakin rapat (ukuran kecil) mesh yang

digunakan maka semakin teliti hasil yang

diperoleh dalam simulasi numerik. Namun

semakin mahal (lama) waktu yang

diperlukan untuk proses penyelesaian

iterasinya. Dalam penelitian ini, penggunaan

mesh

dapat memberikan penyelesaian iterasi

numerik secara konvergen

.

Hasil Studi Parametris Sambungan Momen

dengan 2 Baut Diagonal

Hasil studi parametris yang memperlihatkan

Von Misses

dilihat pada Gambar 6 s/d 11. Pada gambar

tersebut

memperlihatkan

kondisi

kehancuran yang dialami seluruh spesimen

adalah sama, yaitu kehancuran diprediksi

akan terletak pada tepi lubang baut yang

berada dekat dengan grip beban.

Sedangkan pada zona selain tepi lubang

baut, tidak dijumpai adanya tegangan

efektif yang relatif besar.

Y. Djoko Setiyarto