Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 1 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

35

H a l a m a n

EVALUASI KINERJA PINTU TOL PASIR KOJA BANDUNG

MOHAMAD DONIE AULIA

Teknik Sipil

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

Pintu tol Pasirkoja merupakan salah satu pintu masuk menuju dan keluar dari

kota Bandung. Dengan Beroperasi ruas tol Cipularang yang memudahkan

pergerakan dari arah barat (sumatera, banten, Jakarta, dl ) menuju ke kota

bandung dan sekitarnya akan meningkatkan tingkat kedatangan kendaraan

yang melalui pintu tol pasirkoja pada tahun 2007, 2011 dan 2015.

Penelitian ini berdasarkan atas data LHRT (lalulintas Harian Rata-rata

Tahunan) tahun 2003-2006 yang menunjukkan peningkatan tingkat

kedatangan karena dibukanya tol Cipularang dan mengalami penurunan tingkat

kedatangan akibat kenaikan tarif tol dan BBM.

PENDAHULUAN

Pintu tol pasirkoja merupakan salah

satu pintu masuk menuju dan keluar dari

kota Bandung dari arah selatan. Akses dari

sini bisa langsung menuju pusat kota, pusat

perdagangan, tempat pemukiman atau

tempat lainnya yang berada di selatan kota

Bandung.

Dengan dibukanya tol cipularang

berpengaruh langsung kepada pintu tol

Pasirkoja. Arus kendaraan dari wilayah

barat (sumatera, banten, Jakarta, dll)

menuju kota Bandung bisa melalui pintu tol

Pasirkoja sebagai alternatif apabila pintu tol

Pasteur mengalami kemacetan.

Pada tahun 2007 pemerintah

memberlakukan

ketentuan

mengenai

kenaikan tariff toll yang diberlakukan tiap 2

tahun

sesuai

undang-undang

yang

bertujuan untuk meningkatkan kualitas

pelayanan bagi pengguna jalan toll dan

kebijakan penyesuaian harga bahan bakar

(BBM.) Factor kenaikan tariff toll dan

meningkatnya harga bahan bakar minyak

(BBM) coba dianalisa apakah kinerja pintu

tol pasirkoja masih mampu melayani

kendaraan pada tahun 2007, 2011, dan

2015.

Untuk mengevaluasi kinerja pintu tol

Pasirkoja bisa menggunakan persamaan

perhitungan distribusi kedatangan dengan

pola distribusi Poisson yang diturunkan dari

data LHRT tahun 2003 yaitu, Y = -0,0119x

+ 4,1064 dan Y = 0,0172x + 4,0578 (heri

hendiana, 2007)

STUDI PUSTAKA

Gerbang tol keluar atau masuk

mempunyai satu atau lebih lajur yang terdiri

dari satu atau lebih gardu tol yang

disesuaikan dengan volume dan kapasitas

jalannya.

Ada beberapa model dan konfigurasi

pelayanan :

Model pelayanan tungggal

Yaitu, model pelayanan dimana satu

lajur lintasan akan dilayani oleh satu

gardu pelayanan pula. Kendaraan yang

datang langsung memasuki antrian dan

ikut antri ke dalam system antrian

sampai dilayani.

bidang

REKAYASA