< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 6 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

46

H a l a m a n

Analisis Sistem

Pengadaan Barang/Jasa adalah suatu

kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa

oleh suatu lembaga yang prosesnya dimulai

dari perencanaan kebutuhan sampai

diselesaikannya seluruh kegiatan untuk

memperoleh Barang/Jasa.

Aturan-aturan dalam pengadaan barang/

jasa dapat dilihat dari beberapa peraturan-

peraturan yang ada, yaitu:

Kepres 80/2003,

Kepres No. 8/2006 dan

Kepres No. 54/2010.

Dilihat dari peraturan-peraturan yang ada

maka dapat dilihat bahwa prosedur dalam

sebuah pengadaan barang/jasa meliputi

proses-proses sebagai berikut :

1.Penyusunan jadwal dan penetapan cara

pelaksanaan serta lokasi pengadaan

2.Penyusunan dan persiapkan harga

perkiraan sendiri (HPS)

3.Persiapan dokumen pengadaan

4.Pengumuman pengadaan barang/jasa

melalui media cetak dan papan

pengumuman resmi untuk penerangan

umum, dan jika memungkinkan melalui

media elektronik

5.Penilaian kualifikasi penyedia melalui

pascakualifikasi atau prakualifikasi

6.Pengevaluasian terhadap penawaran yang

masuk.

7.Pengiriman dokumen penawaran

8.Pengusulan calon pemenang

9.Pembuatan laporan mengenai proses dan

hasil pengadaan kepada pengguna

barang/jasa.

10.Penandatanganan pakta integritas

sebelum pelaksanaan pengadaan barang/

jasa dimulai.

Sebuah proses pengadaan yang dilakukan

secara konvensional sangat dimungkinkan

terjadinya kekurangefektifan, salah satunya

adalah adanya repetisi untuk proses-proses

yang sebenarnya cukup dilakukan hanya 1

kali, seperti pengisian data penyedia barang

dan jasa.

Namun dari proses-proses yang ada pada

suatu proses pengadaan, tentunya ada juga

proses yang tidak bisa dilakukan dalam e-

procurement. Salah satunya adalah proses

penandatangan kontrak penyediaan barang.

Kebutuhan E-Procurement UNIKOM

Salah satu penerapan kemajuan teknologi

telematika dalam mendukung proses bisnis

adalah dalam proses pengadaan barang/

jasa, sehingga proses tersebut akan lebih

transparan, efektif dan efisien.

Pemanfaatan e-Procurement menjadikan

proses pengadaan dapat dilaksanakan

dengan efektif dan efisien dengan prinsip

persaingan sehat, transparan, terbuka dan

perlakuan yang adil bagi semua pihak,

sehingga hasilnya dapat dipertanggung

jawabkan baik dari segi fisik, keuangan,

maupun manfaatnya bagi kelancaran tugas

UNIKOM.

Keunggulan e-Procurement :

1.Tidak adanya batas ruang dan waktu

karena menggunakan teknologi berbasis

internet.

2.Proses pengadaan barang dapat diikuti

oleh pemasok secara terbuka.

3.Proses dalam setiap tahapan pengadaan

akan dengan mudah diikuti / diawasi oleh

seluruh stakeholder.

4.Proses akan berlangsung secara : Efisien,

Efektif, Terbuka dan bersaing, Transparan,

Adil/tidak diskriminatif, Akuntabel.

5.Akan lebih mendorong terjadinya

persaingan antar pemasok yang lebih

sehat.

6.Mencegah tindakan kolusi, korupsi dan

nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan

pengadaan barang/jasa.

7.Dengan memanfaatkan E-Procurement

maka UNIKOM akan mendapatkan

keuntungan-keuntungan sebagai berikut :

Mendapatkan Harga Pembelian

Barang yang terkontrol.

Mempercepat

Waktu Proses

Pengadaan.

Proses pengadaan akan lebih

transparan. Mereduksi biaya

pengadaan barang/jasa.

Menghemat anggaran pengadaan.

Memperlancar Komunikasi Buyer –

Supplier.

Andri Heryandi, Irawan Afrianto, Sufa’atin