< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 10 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

60

H a l a m a n

b. Dalam pembayaran barang/produk

ke UKM akan relatif mudah, karena

hanya

berhubungan

dengan

lembaga pembiayaan.

3). Bagi Lembaga Pembiayaan

a. Resiko kredit bermasalah atau kredit

macet dapat diminimalisir.

b. Jangka

waktu

pengembalian

pinjaman relatif singkat paling lama

2,5 bulan

c. Perputaran

dana

(uang)

pada

lembaga pembiayaan akan relatif

cepat.

d. Mengurangi biaya untuk memeriksa

kelayakan usaha dan atau menilai

jaminan.

Untuk mengaplikasikan model pembiayaan

untuk UKM pemasok peritel besar, di Jawa

Barat dapat diaplikasikan oleh Bank

Pembangunan

Daerah

(BPD)

yang

merupalam

salah

satu

Bank

milik

pemerintah terbesar di provinsi Jawa Barat

Banten. Nasabah Bank Jabar Banten saat

ini 90% terdiri dari individu, sedangkan 10%

corporate business

misi Bank Jabar-Banten bahwa dalam lima

tahun yang akan datang, Bank Jabar-Banten

mentargetkan adanya pergeseran proporsi

jumlah nasabah, khususnya nasabah

corporate business

Produk-Produk Kredit Bank Jabar-Banten

yang telah ada adalah : 1). Kredit Modal

Kerja Umum (KMKU), 2). Kredit Investasi

Umum (KIU), 3). Kredit Mikro Utama, 4).

Kredit Mikro Utama – Individu, 5). Kredit

Mikro Utama – Kelompok (Pasar), dan 6).

Kredit Mikro Utama Linkage Program.

Produkproduk kredit yang dikeluarkan oleh

Bank

Jabar

Banten,

belum

dapat

mengakomodasi skim pembiayaan untuk

UKM pemasok ke peritel besar, karena

skim pembiayaan untuk UKM pemasok ke

peritel besar memiliki karakteristik dan

spesikasi khusus yang berbeda dengan

produk-produk kredit yang lainnya. Disis lain

bahwa pemberian kredit pada UKM

pemasok ke peritel besar merupakan

potensi yang dapat digarap oleh Bank Jabar

Banten.

Karakteristik yang menjadi keunggulan dari

model kredit ini adalah bahwa UKM

memiliki invoice barang/produk dari peritel

besar sebagai surat berharga untuk

penagihan ke peritel besar. Dilain pihak juga

bahwa peritel besar dapat berperan

sebagai penjamin (Avalis) atau sebagai

Jaminan

Badan

usaha

(Corporate

guarantee) bagi Bank Jabar Banten.

Dengan demikian bagi bank Jabar-Banten

bahwa model kredit bagi UKM pemasok ke

peritel

besar

ckup

poetnsial

untuk

dikembangkan.

Berdasarkan karakteristik dari model kredit

untuk UKM pemasok ke peritel besar dan

beberapa keunggulannya, maka Bank Jabar

Banten dapat menambah produk/skim

kredit baru yang khusus untuk kredit bagi

UKM pemasok ke peritel besar. Alternatif

model kredit untuk UKM pemasok ke

peritel

besar

adalah

Kredit

Mikro

Perdagangan.

Perdagangan Bank Jabar-Banten disajikan

pada Gambar 7.

Keterangan Gambar 7:

1. UKM Mengajukan permohonan kepada

Bank Jabar Banten untuk mendapatkan

Fasilitas Kredit Perdagangan.

2. Bank

Jabar-Banten

mengadakan

kerjasama (MOU) di mana pihak

Perusahaan Peritel Besar bersedia

menjadi Avalis (penjamin) untuk UKM

pemasok ke Peritel Besar.

3. UKM Membuka rekening Tabungan pada

Bank Jabar-Banten.

4. Peritel Besar mengirimkan Purchase

Order (PO) produk kepada UKM.

5. UKM mensuply (mengirim) barang/

Produk ke Peritel Besar sesuai PO.

6. UKM menerima invoice barang/Produk

dari Perteil besar sebagai bukti

penagihan pembayaran produk sesuai

dengan jatuh tempo yang telah

ditentukan.

Dr. Kartib Bayu, Ir.,M.Si., Dr. Dedi Sulistiyo S, ST.,MT