< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 11 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

61

H a l a m a n

7. Invoice produk sebagai surat berharga

untuk penagihan di dikirimkan ke Bank

BJB.

8. Bank

Jabar-Banten

melakukan

koordinasi dengan Peritel besar untuk

mencek kebenaran (keabsahan) dari

Invoice barang/produk dari UKM.

9. Setelah dilakukan penilaian terhadap

keabsahan Invoice barang UKM dari

Peritel Besar, maka Bank Jabar Banten

melakukan pemberian kredit kepada

UKM yang besarnya 80 persen dari nilai

Invoice barang melalui No. Rekening

UKM.

10. Setelah jatuh tempo berdasarkan

invoice barang, maka Bank Jabar-Banten

melakukan/mengajukan

penagihan

kepada Peritel besar sesuai Invoice

barang UKM.

11. Peritel Besar membayar invoice barang

UKM kepada Bank Jabar Banten.

12. Bank Jabar Banten membayar sisa

pembayaran kepada UKM sebanyak 20

persen dari nilai Invoice barang dipotong

dengan jasa/bunga kredit.

Selain Bank Untuk mengaplikasikan model

pembiayaan untuk UKM pemasok ke peritel

besar, adalah KSP/USP. Salah satu KSP/

USP yang dapat mengaplikasikan model

pembiayaan ini adalah KSP Rukun Ikhtiar

Kota Bandung. Berdasarkan kegiatan

usaha simpan pinjam yang ada pada KSP

Rukun Ihtiar, maka skim pembiayaan untuk

UKM pemasok ke peritel besar belum dapat

di akomodasi secara spesipik. Anggota

(UKM) pemasok ke peritel besar memiliki

Invoice barang sebagai surat berharga

untuk penagihan pada peritel besar, namun

untuk penagihan tersebut menunggu jatuh

Dr. Kartib Bayu, Ir.,M.Si., Dr. Dedi Sulistiyo S, ST.,MT

UMKMK

BANK

PERITEL BESAR

GUDANG

PERITEL

INVOICE

INVOICE

BARANG

1

2

6

7

8

1

1

9

3

5

4

1

Gambar 7. Skema Model Kredit Mikro Perdagangan Bank Jabar-Banten

UKM Pemasok Peritel Besar