< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 13 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

63

H a l a m a n

dari Peritel besar sebagai bukti

penagihan pembayaran barang/produk

sesuai dengan jatuh tempo.

6. Invoice barang/produk sebagai surat

berharga untuk penagihan di storkan/

dikirimkan kepada KSP.

7. KSP melakukan koordinasi dengan

peritel besar untuk mencek kebenaran

(keabsahan) dari Invoice barang/produk

dari UKM.

8. Setelah dilakukan penilaian terhadap

keabsahan Invoice barang UKM dari

peritel besar, maka KSP memberikan

pinjaman kepada UKM yang besarnya 80

-90 persen dari nilai invoice.

9. Setelah jatuh tempo berdasarkan invoice

barang,

maka

KSP

melakukan/

mengajukan penagihan kepada Peritel

besar sesuai dengan Invoice barang dari

UKM.

10. Peritel besar membayar invoice barang

UKM kepada KSP

11. KSP membayar sisa pembayaran

kepada UKM sebanyak 10 - 20 persen

dari nilai Invoice barang dipotong dengan

jasa pinjaman.

Keunggulan dari jenis pinjaman dana

talangan koperasi bagi anggota (UKM)

pemasok ke peritel besar sebagai berikut :

1. Bagi Anggota (UKM) Pemasok

a. Proses produksi dapat terus berjalan,

tanpa menungu pembayaran dari

peritel besar.

b. Dapat memenuhi pesanan dari

peritel besar dengan kuantitas,

kualitas dan kontinuitas produk yang

sesuai pesanan peritel besar.

c. Jaminan

untuk

memperoleh

pinjaman dana talangan koperasi

cukup dengan invoice barang/produk

dari peritel besar disamping itu juga

ada jaminan (corporate guarantee)

dari peritel besar.

d. Pada akhir tahun akan memperoleh

SHU yang lebih besar, karena adanya

tambahan SHU dari jasa pinjaman.

2. Bagi KSP

a. Resiko pinjaman bermasalah/macet

dari anggota relatif rendah

b. Dapat membantu mendukung dan

mengembangkan usaha anggota

c. Berputaran dana pinjaman relatif

cepat

d.

Pinjaman dana yang disalurkan

kepada anggota bertambah besar,

dengan demikian SHU koperasi akan

bertambah.

3. Bagi Peritel Besar

a. Persediaan

barang/produk

akan

memadai sesuai kebutuhan

b. Pembayaran Invoice barang cukup

pada satu lembaga yaitu KSP,

sehingga waktu dan biaya akan lebih

efisien.

c.

Kuantitas dan kontinuitas produk dari

anggota koperasi (UKM) akan

terjamin.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Pola pembayaran produk UKM dari

Peritel besar pada umunya dilakukan

konsiyasi dan jatuh tempo (15 – 75

hari). Dilain pihak pasokan barang harus

dilakukan secara kontinue, sehingga

UKM membutuhkan modal kerja yang

cukup besar. Dengan pola tersebut ban-

yak UKM yang mengalami kendala da-

lam

memenuhi

modal

kerjanya.

Sementara skim-skim kredit yang ada

belum dapat mengakomodir kebutuhan

UKM pemasok ke peritel besar.

2. Format bisnis peritel besar dirancang

untuk memnuhi tuntutan konsumen, di

mana

konsumen

membutuhkan

kenikmatan

untuk

memilih,

baik

ditunjang oleh kenyamanan ruang

belanjanya

maupun

kelengkapan

produknya yang bisa mengakomodasi

berbagai kebutuhan konsumen. Secara

umum pembelian barang dari pemasok

oleh peritel besar dilakukan secara beli

Dr. Kartib Bayu, Ir.,M.Si., Dr. Dedi Sulistiyo S, ST.,MT