< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 8 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

114

H a l a m a n

g. Tamiko

Istri dari Tome. Dia yang selalu

memberikan nasi hangat buat Hachi.

C. Alur atau Plot Cerita

Alur dari cerita ini mempunyai alur

maju. Cerita dimulai dari lahirnya Hachi

kemudian dikirimkannya Hachi ke Tokyo

yaitu ke keluarga Ueno. Dari sini diceritakan

pula awal hubungan Hachi dengan Ueno

sampai Hachi ditinggal mati oleh Ueno

majikannya. Selanjutnya diceritakan

perjalanan Hachi setelah ditinggalkan oleh

majikannya dari mulai dia dititpkan ke

Haseda terus ke Ume sampai akhirnya ke

Tome dan mati di depan stasiun Shibuya.

3. Latar

a. Latar Tempat

Pada bagian awal dalam cerita ini

mengetengahkan cerita yang berlatar

tempat di kota Odate prefektur Akita. Pada

saat itu diceritakan tentang kelahiran Hachi

di rumah keluarga Kondo.

Pada bagian berikunya mengambil

setting tempat di Tokyo tepatnya di rumah

Ueno yang berada 100 meter dari stasiun

Shibuya dan di Asakusa tempat pertama

kali Hachi dititipkan sepeninggal

majikannya.

Setelah Ueno meniggal dunia,

banyak cerita yang berlatar tempat di

sekitar stasiun Shibuya di mana Hachi

selalu datang dan menungga majikannya

pulang sampai dia mati.

b. Latar Waktu

Latar waktu yang sering muncul

dalam cerita ini adalah musim dingin.

Bahkan ketika Hachi lahir dan mati pun

terjadi pada musim dingin.

朝 か ら 吹 き 続 け て い た 吹 雪 が 、 午 後 に

なってもやまない。

“Badai salju yang terus menerus bertiup dari

pagi tidak berhenti meskipun hari sudah

menjelang sore.”

(Hachiko Monogatari, 1991; 4)

倒れて動かないハチの体に、雪は降りつ

づいた。

“Di atas badan Hachi yang jatuh dan tidak

bergerak, salju terus menerus turun.”

(Hachiko Monogatari, 1991; 163)

Pengarang sering menggunakan setting

waktu pada waktu musim dingin karena

musim dingin di Jepang melambangkan

kesepian, kesendirian.

4. Amanat Moral dari cerita Hachiko

Monogatari

Dari setiap cerita pasti ada pesan

y a n g

i n g i n

d i s a m p a i k a n

o l e h

pengarangnya. Dari cerita Hachiko

monogatari ini banyak sekali amanat moral

yang bisa diambil. Diantaranya:

1. Rasa kasih sayang yang diberikan

dengan tulus akan menjadi suatu

kenangan yang terindah yang akan sulit

untuk dilupakan. Ini tercermin dari rasa

kasih sayang Ueno kepada anjingnya

Hachi yang tulus sehingga setelah

meninggal dunia pun Hachi terus

menanti kepulangan majikannya.

2.

Seekor binatang seperti anjing pun

apabila diberikan kasih sayang, cinta

dan kepercayaan dia bisa menjadi

anjing yang baik dan setia apalagi kita

sebagai seorang manusia yang lebih

baik dari binatang.

3. Jangan melupakan jasa atau kebaikan

seseorang yang telah mengurus dan

mencintai kita dari kecil dalam hal ini

orang tua kita. Seperti Hachi yang tidak

melupakan kebaikan Ueno yang telah

mengurusnya dari kecil.

C. PENUTUP

Kesimpulan yang dapat diperoleh

dari pembahasan di atas adalah:

1. Penokohan dalam Hachiko Monogatari

terdiri dari tokoh utama yang terdiri dari

Hachi, Ueno dan Istrinya dan tokoh

tambahan yang terdiri dari , Chizuko,

Pitri Haryanti, S.Pd,M.Pd