< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 3 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

119

H a l a m a n

jaran yang berdiri sendiri dalam suatu

proses pembelajaran,melainkan merupakan

metode yang melengkapi atau mengiringi

metode yang lain.

Diskusi sebagai metode pembelajaran

lebih cocok dan diperlukan apabila seorang

guru bertujuan :

a. Memanfaatkan berbagai kemampuan

yang ada pada seorang siswa

b. Memberi kesempatan pada siswa untuk

mengeluarkan kemampuannya

c. Mendapatkan balikan dari siswa apakah

tujuan telah tercapai

d. Membantu siswa belajar berfikir secara

kritis

e. Membantu siswa belajar menilai

kemampuan dan peranan diri sendiri

maupun teman-teman

f. Membantu siswa menyadari dan mampu

merumuskan berbagai masalah sendiri

maupun pelajaran

g. Mengembangkan motivasi untuk belajar

lebih lanjut.

B2. Diskusi Terbimbing

Diskusi mahasiswa akan menjadi

baik kalau mendapat bimbingan dari

d o s e n . D is k us i

t e r b im b i n g

d a p a t

dilaksanakan dalam bentuk kegiatan

klasikalatau kelompok kecil. Diskusi

t e r b i m b i n g

m e r u p a k a n

k e g i at a n

pembelajaran mengajak siswauntuk berpikir

tingkat tinggi sebagaimana mereka

m e n j a w a b

p e r t a n y a a n -

pertanyaananalisisan, sintesis dan evaluasi

(Louisell dan Descamps, 1992) dalam

Susanto P (2011). Tujuan diskusi

yangutama adalah membantu siswa untuk

dapat mengembangkan kemampuan

berpikir kritis dan kreatif. Dalam diskusi

b ias anya

d igunakan

pert anyaan -

pertanyaankonvergen, divergen, dan

evaluatif.

Berikut adalah definisi dari

pertanyaan konvergen, divergen, dan

evaluatif menurut Martin, dkk (1997)

dalam Wahyuningrum R. (2011).

Pertanyaan ingatan adalah pertanyaan yang

meminta siswa untuk mengingat fakta,

konsep, rumus, prosedur. Pertanyaan

ingatan dapat digunakan untuk membantu

siswa mengamati danmengkomunikasikan

hasil pengamatan.

Pertanyaan konvergen adalah per-

tanyaan yang hanya mempunyai satu jawa-

ban benar, dan jawabannya memerlukan

penjelasan. Pertanyaan ini dapat digunakan

untuk membantu siswa dalammengaplikasi-

kan dan menganalisis informasi, meme-

cahkan masalah, dan sangat berguna un-

tuk merangsang timbulnya keterampilan

proses sains: pemgukuran, komuniksi, pem-

(comparing),

(contrasting ).

pertanyaan yang mempunyai jawabanbenar

lebih dari satu, yang berguna untuk men-

dorong kemampuan berpikir kemungkinan

(possibility thinking) dan kreatif.Pertanyaan

ini merangsang siswa berpikir secara bebas.

Pertanyaan divergen memerlukan

ataumendorong terbentuknya kemampuan

berpikir sintesis dan mendorong kemam-

puan siswa untuk kreatif dalam meme-

cahkan masalah, terbentuknya keterampi-

lan proses sains terintegrasi (membuat hi-

potesisdan eksperimen). Pertanyaan

evaluative adalah pertanyaan yang meminta

siswa membuat dan mengambil kepu-

tusan.Pertanyaan itu mendorong siswa un-

tuk dapat memilih, menilai, menilai, men-

gambil keputusan,mengkritik, memper-

tahankan pendapat dan menghakimi. Per-

tanyaan “Mengapa?” biasanya perludiserta-

kan pada pertanyaan yang meminta siswa

untuk memilih, memutuskan, menilai, dan

sebagainya.Keterampilan proses yangb da-

pat diukur dan dikembangkan dengan

petanyaan evaluatif adalah: prediksi, pen-

gambilan kesimpulan dan membuat gener-

alisasi.

Diskusi terbimbing dengan pertan-

yaan konvergen menekankan pada siswaun-

tuk berpikir konvergen, yaitu berpikir ap-

likatif dan analitik.Dalam hal ini guruharus

berhati-hati dalam membimbing siswa den-

gan pertanyaan aplikatif dananalisis sampai

mereka tiba pada pengetahuan dan pema-

haman khusus.Diskusidengan pertanyaan

konvergen termasuk pembelajaran berujung

(close-ended activity),

Fenny Febrianty