< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 4 of 6
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

120

H a l a m a n

kegiatan diskusi diakhiri dengan satu kesim-

pulan yang benar.

Menurut Hasibuan, dkk.,(1988)

dalam Wahyuningrum R(2011) keterampi-

lan yang diperlukan oleh dosen untuk mem-

bimbing diskusi antara lain sebagai sebagai

berikut:

1. Memusatkan perhatian, pemusatan per-

hatian dapat dilakukan dengan

cara berikut :

Memberitahukan tujuan, mengenal-

kan topik dan mengajukan masalahu-

mum yang akan dipecahkan,

Mengajukan masalah-masalah

khusus yang disampaikan selama

diskusi ber-langsung.

Mencatat pernyataan-pernyataan

yang menyimpang dari masalah, dan-

mengem-balikan pembicaraan ke

masalah semula.

Mencatat hasil diskusi pada periode-

p e r i o d e

t e r t e n t u ,

s e b e l u m

diskusi berlanjut ke masalah berikut-

nya.

2. Memperjelas masalahdan memberikan

tuntunanbila ada gagasan yang

kurang jelas penyampaiannya, agar se-

mua anggota memperoleh persepsi yang

sama.

3. Menganalisis pandangan siswa,yang

berbeda pendapatnya; analisis ini dapat-

digunakan untuk membimbing siswa ke

arah berpikir kritis dan kreatif,misalnya

dengan meminta siswa mengajukan ar-

gumen atas pendapatnya.

4. Meningkatkan apresiasi siswadengan,

pertanyaan yang menantang siswa

untuk berpikir

memberi dukungan pada pendapat

siswa, dengan mendengar dengan

penuh perhatian, memberi komentar

yang positif, dan sikap akrab

memberi waktu cukup untuk berpikir

5. Menyebarkan kesempatan untuk berpar-

tisipasi,

memotivasi siswa yang enggan atau

malu untuk memberikan pemndapat

mencegah terjadinya pengeluaran

pendapat yang serentak

menghambat secara bijaksana siswa

yang memonopoli diskusi

mencari alternatif jika ada jalan

buntu karena perbedaan pendapat

yangsama

6. Menutup diskusi, dapat dilakukan den-

gan:

membuat rangkuman

memberi gambaran tentang tindak

lanjut hasil diskusi

mengajak siswa untuk menilai proses

dan hasil diskusi.

B3. Langkah-langkah Penerapan Metode

Diskusi Terbimbing dalam Pengajaran

Penganalisisan Puisi dalam Mata Kuliah

Kesusastraan Jepang II di Program Studi

Sastra Jepang UNIKOM

I. Tahap Pendahuluan

a. Dosen

(1) Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Tujuan khusus dari penganalisisan puisi

Jepang adalah :

a. Mengenali unsur-unsur puisi yaitu :

unsur instrinsik (struktur fisik dan

batin) serta unsur ekstrinsik

(hubungan instektekstual dan latar

belakang sosial budaya.

b. Menemukan makna puisi melalui

pendekatan semiotik.

(2) Menyampaikan prinsip dan konsep

dasar dari materi tentang puisi serta

memberikan dan mengajak mahasiswa

membahas contoh-contoh hasil analisis

puisi yang dijelaskan pada pertemuan

sebelum diskusi.

(3) Pembagian Kelompok Mahasiswa

Untuk mengakomodir minat mahasiswa,

mahasiswa dibagi kedalam 2 kelompok

yangyang

masing -masing

akan

membahas puisi yang berbeda.

(4) Menentukan Materi Diskusi

M a t e r i

d i p i l i h

d e n g a n

mempertimbangkan materi yang benar-

benar sesuai dengan pencapaian tujuan

pembelajaran. Dalam hal ini materi yang

diperlukan adalah materi yang

Fenny Febrianty