Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20

Page 1 of 20
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

123

H a l a m a n

THE INFLUENCE OF ORGANIZATIONAL CULTURE AND ORGANIZATIONAL STRUC-

TURE TO IMPLEMENTATION OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM IN PUBLIC

SECTOR

(SURVEY IN SMALL TAXPAYERS OFFICE IN BANDUNG AND JAKARTA)

SITI KURNIA RAHAYU

Jurusan Akuntansi-Fakultas Ekonomi-UNIKOM

This research examines the organizational factors, cultural and structure, that

impede large government departments (Small taxpayers office) frommoving

beyond the adoption of AIS as a instrument that assists the execution of routine

tasks move into the governance government. AIS strategically is a governance

challenge that is contingent upon organizational structure and culture. Organ-

izational culture and organizational structures, a popular but also a very com-

plex concept has been identified as an influential factor affecting the successes

and failures of organizational change efforts. Organizational culture and organ-

izational structures are bound to influence implementation of AIS. The account-

ing information system in question has taken overtly a long time and it is not

one stop shopping. The research set out to find out whether organizational is-

sues are at play in this particular project of AIS. Finnally the research found that

organizational culture and organizational structure influence to implementation

AIS in Small Taxpayers Offices in Bandung and Jakarta.

Keywords:organization culture, organization structure, accounting information

system

1. Pendahuluan

Sistem informasi akuntansi meru-

pakan alat yang digunakan manajemen

dalam organisasi untuk memberikan nilai

value added)

menghasilkan

keunggulan

kompetitif

(competitive advantage)

(Stair dan Reynolds, 2006:6). Sistem infor-

masi akuntansi menurut Mitchell et al.

(2000) sebagai alat dalam pengendalian

manajemen jangka pendek, dan menghasil-

internal

final price, costcash flow.

lain itu sistem informasi akuntansi mengha-

eksternal

yang dinamis dan kompetitif (Mitchell et al.,

2000). Pada jangka panjang sistem infor-

masi akuntansi digunakan sebagai alat un-

tuk pengendalian operasional dan penca-

paian program strategis (Mitchell et al.,

2000). Sehingga dengan adanya sumber

daya informasi tersebut para eksekutif pe-

rusahaan memperoleh keunggulan strate-

gis, keunggulan taktis dan keunggulan op-

erasional (McLeod dan Schell, 2008:29).

Menurut Indra Bastian (2010:125)

selama ini organisasi sektor publik di

Indonesia pada umumnya menghasilkan

kualitas informasi akuntansi yang belum

baik, acap kali tidak andal, dan hanya dapat

digunakan

sebagai

pertimbangan

pengambilan keputusan untuk periode

setelah

periode

pelaporan.

Apabila

informasi akuntansi tidak berkualitas

tentunya sistem informasi akuntansinya

pun tidak berkualitas (Sacer et al.,

2006:62). Karena menurut Sacer et al.

(2006:61) dan Zimerman et al., (1995)

informasi akuntansi dihasilkan oleh sistem

informasi akuntansi.

Fenomena mengenai sistem infor-

bidang

EKONOMI