< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11

Page 3 of 11
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10 No. 1

145

H a l a m a n

PROSES BISNIS

Para

Pakar

mengusulkan

dalam

melakukan

bisnis

yang

berkesimbangungan

harus

adanya

proses rekayasa ulang dari proses bisnis,

dengan

memanfaatkan

teknologi,

terutama teknologi informasi karena

mereka berpendapat bahwa proses

bisnis adalah pencipta nilai bagi

pelanggan (Hammer Champy, 1993 ;

Hammer

1996).

Harmon

(1996)

berpendapat bahwa penyusunan model

bisnis yang baru akan berfokus pada

pengembangan proses, teknologi dan

Proses Bisnis.

Menurut konsep proses bisnis

Porter dipertegas oleh Josua Driven

(2010 :72), proses bisnis dapat dibagi

primary activities

(

inbound logistics,Operatioin, Outbound

logistics, Marketing and Sales

Servicessupport activities

General

administration,

Human

resources

management, Technology development

Procurement.

dapat dilihat pada Gambar diatas.

ANALISIS SWOT

Secara

konsep

manajemen

strategi di mulai dengan penyesuaian

perusahannya

dengan

lingkungan

kepada kekuatan, kelemahan, peluang

dan ancaman dari perusahaan tersebut

atau yang dikenal dengan sebagai

analisis

SWOT

Analisis

SWOT

mengidentifikasi

faktor

internal

perusahaan sebagai kekuatan dan

kelemahan. Sedangkan faktor eksternal

perusahaan

sebagai

peluang

dan

ancaman.

BALANCED SCORECARD

Balance scorecard

diperkenalkan oleh Robert S Kaplan dan

David P. Norton pada awal tahun 1992

oleh Sony Yuwono, Edy sukarno dan

Muhammad

Ichan

buku

Balanced

ScorecardBalance Scorecard

dikembangkan

sebagai

kumpulan

pengukuran yang akan memberikan

sistem perencanaan dan pengukuran

kinerja yang memungkinkan para eksekutif

memandang perusahaan dari berbagai

perspektif secara simultan. Konsep ini

merupakan suatu gambaran keadaan

bisnis kepada level atas manajemen

secara

cepat

namun

komprehensif.

Balanced Scorecard mendidik manajemen

dan perusahaan pada umunya untuk

memandang perusahaan dari kurang lebih

empat

perspektif

yaitu

keuangan,

pelanggan,

pembelajaran

dan

pertumbuhan, serta bisnis internal, yang

menghubungkan pengendalian operasional

jangka pendek ke dalam visi dan strategi

bisnis jangka panjang. Hal ini dapat dilihat

pada gambar Sony Yuwono (2007 :5) .

Gunardi, Dedi Sulistiyo S, Taryana Suryana