< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 11 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

177

H a l a m a n

sebagai prioritasnya untuk melawan

terorisme internasional dengan program

yang disebut United States-Pacific

Commamd (USPACOM).

Perluasan kehadiran militer AS di Asia

Tenggara dimulai dengan kerjasama yang

dilakukan AS dengan Philipina, yaitu

perjanjian yang ditandatangani 13

Febuari 2002 dimana kedua pihak

sepakat untuk mengikutsertakan pasukan

militer khusus As dalam kegiatan patroli

gabungan di daerah basis Abu Sayyaf di

pulau Basilan.

AS juga mulai melakukan kerjasama

dengan pemerintah Singapura, dimana

Singapura menyediakan fasilitas dok bagi

kapal-kapal perang milik AS, termasuk

kapal induknya. Kesepakatan ini dinilai

sangat signifikan oleh para pengamat

militer AS sabgai kompensasi hilang

pangkalan Surbic di Filipina dari tangan

AS. Sedangkan dengan Indonesia , tengah

dilakukan persiapan diperbolehkannya

tentara Indonesia untuk mendapatkan

pendidikan militer yang diselenggarakan

AS.

Sejak 11 September, Thailand juga telah

berkoordinasi secara penuh dengan AS

dalam memerangi terorisme, dimana AS

memberikan suplai untuk keperluan

militer Thailand, dan sebagai barternya

Thailand memberikan izin penerbangan

pada wilayah udaranya, membuat

pernyataan resmi kepada publik mengenai

dukungannya, dan bekerjasama berbagi

dan investigasi, juga dukungan untuk

keperluan transit militer AS di Thailand.

Peningkatan kehadiran militer AS di Asia

Tenggara yang berarti telah terlihat dari

jumlah kehadiran pasukan AS yang terus

bertambah di Filipina. Selain itu

peningkatan juga terlihat dalam

kesepakatan kerjasama militer AS dengan

negara-negara Asia Tenggara mulai dari

pendidikan dan pelatihan militer Filipina,

Singapura, Vietnam dan Indonesia,

penyediaan fasilitas dok (singapura),

kerjasama intelegen, sampai memberikan

izin terbang dan transit bagi kepentingan

militer AS dalam memerangi terorisme.

D e n g a n

d e m i k i a n

s i g n i f i k a n s i

ditemukannya jaringan Al-Qaeda di Asia

Tenggara telah memberikan pengaruh

yang besar dalam perluasan kehadiran

militer AS di Asia Tenggara. Dengan

ditemukannya beberapa jaringan Al-Qaeda

di Asia Tenggara, maka secara signifikan

kehadiran militer AS akan bertambah luas

terutama dalam mendatangkan pasukan

militernya di negara-negara Asia Tenggara

dalam upaya AS untuk memberantas

terorisme internasional.

DAFTAR PUSTAKA

Abuza, Zachary. 2002. Tentacles of Terror:

Al-Qaeda’s Southeast Asia Linkages.

Honolulu. Asia Pasific Center fo

Security Studies

Alagappa, Muthiah. 1986. US-ASEAN

Security Co-operation Limits and

Possibilities. Malaysia. Institute of

Strategic and International Studies

(ISIS).

Clamor, Ma Concepcion B.. 2002.

Terrorism and Southeast Asia: A

Philipines Perspective. Hawaii. Asia

pasific Center for Security Studies.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

2001. Kampanye Amerika Serikat dan

Dunia Internasional untuk Mengakhiri

Terorisme Global. Washington D.C.

Department Of State.

Gaddis, John Lewis. 2002. A Grand

Strategy of Transformation dalam

Foreign Policy: November/Desember

2002.

Dewi Triwahyuni