< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 4 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

170

H a l a m a n

Developing and sustaining regional

s e c u r i t y

r e g i o n a l

s e c u r i t y

arrangements

Bagi AS negara-negara aliansi dan

negara-negara yang memiliki hubungan

keamanan bilateral dengan AS

merupakan bagian dari keamanan

Amerika. AS memiliki kemampuan yang

tidak dapat ditandingi dalam

membangun koalisi diantara negara-

negara untuk melawan tantangan-

tantangan tertentu. Kemampuan ini

menjadi sangat penting dalam

menyikapi tragedi 11 September.

Pengaturan keamanan ini dan potensi

kekuatan yang dapat memungkinkan

AS dan patner-nya untuk membuat

persamaan dalam membentuk strategi

wilayah, menjaga kepentingan

bersama dan mengupayakan stabilitas.

Increasing diiversity in the sources and

unpredictability of the locations of

conflict

Trend ini akan menciptakan setting

geopolitik yang meningkat secara

kompleks dan tidak dapat ditebak. AS

tidak akan dapat mengembangkan

k e k u a t a n

m i l i t e r n y a

d a n

merencanakan secara individual untuk

melawan musuh tertentu dalam are

geografis tertentu. Oleh karena itu AS

merasa terpaksa untuk melakukan

intervensi dalam melawan musuh-

musuh yang menciptakan krisis yang

tidak diharapkan di wilayah tertentu.

Perubahan tren geopolitik dunia yang

selalu berubah juga akan selalu merubah

strategi pertahanan AS. Serangan 11

September yang secara khusus

menyerang AS memberikan dampak yang

luar biasa tidak saja bagi AS tetapi

terhadap pola keamanan dunia. Saat ini,

pemerintah AS kembali memusatkan

perhatiannya terhadap masalah-masalah

keamanan, terutama perlindungan

terhadap keamanan domestiknya.

AL-Qaeda sebagai Tersangka Utama

Serangan 11 September 2001 pada

Menara WTC dan Gedung Pentagon.

Ketika serangan 11 September 2001

terhadap menara WTC dan gedung

pentagon terjadi, pada hari yang sama

Presiden George W. Bush langsung

menuduh mengatakan bahwa yang

bertanggung jawab terhadap peristiwa

tersebut adalah AL-Qaeda. Dalam paragraf

terakhir teks pidato presiden George W.

Bush (http://www.usinfo.state.gov) pada

tanggal 11 September 2001, Bush

mengatakan:

orang-orang sering bertanya pada saya,

sampai kapan ini akan berakhir?

Peperangan ini akan berakhir bersamaan

dengan diseretnya Al-Qaeda ke

pengadilan. Bisa saja terjadi besok,

sebulan dari sekarang, bisa juga setahun

atau dua tahun. Tapi kita akan menang

Alasan penting mengapa kelompok Al-

Qaeda langsung ditetapkan sebagai

tersangka utama, AS melihat beberapa

indikasi yang membuat kekejaman yang

terjadi pada 11 September 2001

merupakan tanggung jawab jaringan

terorisme Al-Qaeda pimpinan Osama Bin

Laden. Menurut AS indikasi tersebut

adalah (Deplu AS, 2001):

 Sebelum peristiwa 11 September

terjadi, Bin laden mengisyarakatkan

bahwa ia akan menyerang Amerika

Serikat.

 Pada Agustus dan September, mata-

mata bin laden di seluruh dunia

diperintahkan untuk kembali ke

Afghanistan sebelum 10 September.

 Seorang teman dekat bin Laden

diketahui merancang secara matang

rencana penyerangan 11 September.

 Dari 19 orang pembajak, setidaknya

tiga orang diantaranya merupakan

anggota jaringan terorisme Al-Qaeda.

Setidaknya seorang pembajak

diketahui terlibat dalam serangan

Dewi Tri Wahyuni