< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12

Page 9 of 12
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

219

H a l a m a n

 Mudah digunakan : cukup

mencampurkan bahan ini ke campuran

beton

Komposisi campuran beton/mix design

adalah :

 Semen : minimal 350 kg/m3

 Water cement ratio : maksimal 0.45

 Nilai slump : 80 ± 20 mm

 Conplast wp421 : dosis 1.5 – 2

liter/m3

 Final slump : 140 – 200 mm

HASIL PENGUJIAN

Kuat Tekan

Hasil dari uji tekan beton K350 yang

terdiri dari 20 sampel beton normal (tidak

ditambah bahan adiktif dan 20 sampel

beton dengan menggunakan bahan

waterproofing ditunjukkan oleh tabel dan

gambar di berikut.

Hasil uji kuat tekan didapat bahwa beton

yang

menggunakan

bahan

adiktif

waterproofing lebih besar daripada beton

normal.

Permeabilitas Beton

Hasil rata-rata uji permeabilitas beton

K350

menggunakan

bahan

adiktif

conplast wp421 adalah 3,6 cm. Hasil ini

lebih

kecil

dari

batas

ambang

permeabilitas yaitu 5cm.

Mohamad Donie Aulia

Gambar 2 Sampel dan Alat Uji Kuat Tekan Beton

Agregat halus : pasir alam ex. Cimalaka

: SSD = 2,63

Agregat kasar : batu pecah ex. Purwakarta

: SSD = 2,61

Semen

: gresik, Portland cement tipe I

: SP. Gravity = 3,15

Fly ash

: tipe F ex. PLTU suralaya

: SP. Gravity = 2,10

Air

: tidak mengandung > 0,1 % ion chloride

: SP. Gravity = 1,0

Admixtures-1

: tipe D TAM cem 6R, ex PT. TAM

International Indonesia

: SP. Gravity = 1.18

Water cement ratio : 0,52

Free water required : 216 kg/m3

216 dm3

Cement

: 351 kg/m3

111,4 dm3

Fly ash

: 62 kg/cm 29,5 dm3

Admixtures 1

: 1,05 lt/m3 1,05 dm3

Paste volume

:

357,8 dm3

Aggregate volume :

642,2 dm3

Fine aggregate-1 (SSD) : 0,47 x 642,2 x 2,63 =

790 kg

Coarse aggregate (SSD) : 0,53 x 642,2 x 2,61 =

891 kg