Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14

Page 1 of 14
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

223

H a l a m a n

PERANCANGAN ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI

DENGAN PENDEKATAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING

TARYANA SURYANA

Jurusan Teknik Informatika – Universitas Komputer Indonesia

Jl.Dipatiukur No. 112-114 Bandung

Email: taryanarx@gmail.com

Pemanfaatan Teknologi Informasi saat ini sudah bukan lagi sebagai penunjang,

melainkan sebagai solusi bisnis bagi perusahaan, hal ini tidak telepas juga di

Institusi Pendidikan Seperti Unikom. Penerapan Teknologi ini harus disiapkan

sedemikian rupa sehingga IT dapat membantu Institusi untuk menuju kearah

visi misi yang sudah dijabarkan. Universitas Komputer Indonesia sebagai salah

satu penyelenggara pendidikan tinggi dibidang komputer khususnya, juga tidak

luput dari kebutuhan untuk mendefinisikan kebutuhan bisnis dan arsitektur

informasi agar arah strategi kebijakan pengembangan organisasi dapat

direncankan dengan baik. Perencanaan Arsitektur Enterprise (Enterprise

Architecture Planning) merupakan salah satu metodologi arsitektur enterprise

yang berbasis pada Zachman Framework. EAP akan dapat memberikan

gambaran cetak biru mengenai Teknologi Informasi, yaitu Arsitektur Data,

Aplikasi dan Teknologi sebagai pedoman kebutuhan Teknologi Informasi

Pendahuluan

Pembangunan

sistem

informasi

dan

teknologi informasi dalam suatu organisasi

serta pemanfaatannya, sangat diperlukan

untuk terus meningkatkan daya saing di

berbagai bidang, seperti bidang pendidikan,

politik, ekonomi dan bisnis. Ketika suatu

organisasi tumbuh semakin besar dan pola

serta tingkatan operasionalnya semakin

tidak sederhana dan kompleks, maka

secara alamiah tuntutan pihak manajemen

akan kebutuhan fungsional dari setiap

sistem informasi yang ada akan semakin

besar, khususnya pada fungsionalitas data,

teknologi dan aplikasi. Namun demikian,

mengelola data dan informasi agar selaras

dengan kebijakan dan strategi perusahaan

dalam

rangka

mencapai

misinya,

merupakan hal yang tidak mudah. Tidak

sedikit kegagalan yang muncul sebagai

bukti dari tidak mudahnya mengelola data

dan informasi dalam sebuah organisasi

tersebut.

Kegagalan yang muncul diantaranya ada-

lah:

1. Perbedaan pemahaman mengenai arah

kebijakan pengembangan sistem infor-

masi dan teknologi informasi diantara

pengguna (user), manajemen dan pen-

gembang yang mengakibatkan keru-

gian pada produktifitas bisnis organisa-

si

2. Prioritas pengelolaan data dan informa-

si tidak berbasis pada kebutuhan bis-

nis, sehingga biaya investasi yang tinggi

tidak mempunyai pengaruh berarti pa-

da pertumbuhan bisnis karena kualitas

solusi yang ditawarkan sistem informasi

rendah, sehingga produktifitas bisnis

menjadi turun

3. Peluang bisnis yang ada tidak dapat

dimanfaatkan, bahkan sering terlewat-

kan begitu saja. Hal ini dikarenakan

bidang

REKAYASA