< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16

Page 10 of 16
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

256

H a l a m a n

mementingkan

kepentingan

jangka

pendek

seperti

pemupukan

laba.

Sayangnya inisiatif tanggung jawab sosial

tersebut masih bersifat sukarela karena

sampai saat ini belum ada sebuah

ketentuan khusus yang mengikat dan

memaksa

peruahaan

untuk

wajib

melaksanakan

hal

tersebut.

http:www.csrreview-online.com/

lihatartikel.php?id=23).

Corporate Social Responsibility

adalah

sebuah

program

yang

mengimplementasikan tanggung jawab

sosial

sebuah

perusahaan

kepada

masyarakat luas. (Yusuf Yudi Prayudi,

2007). Dalam artikel Jenny Ratna Suminat

(2008), CSR dapat pula didefinisikan

Operasi bisnis yang berkomitmen tidak

hanya untuk meningkatkan keuntungan

perusahaan secara finansial, melainkan

pula untuk pembangunan sosial-ekonomi

kawasan secara holistik, melembaga dan

berkelanjutan. Pemerintah Melalui UU PT

No. 40/Tahun 2007, pasal 74 mewajibkan

Perseroan Terbatas untuk melakukan

Program Tanggung Jawab Sosial dan

lingkungan.

Jimmy Tanaya, dalam artikelnya yang

Menyoroti Praktek Corporate

Social Responsibility (CSR)

(2004) menuliskan bahwa CSR pada

umumnya diartikan sebagai kumpulan

kebijakan dan praktek yang berhubungan

dengan

stakeholder,

nilai-nilai,

pemenuhan

ketentuan

hukum,

penghargaan masyarakat dan lingkungan

serta komitmen badan usaha untuk

berkontribusi

dalam

pembangunan

berkelanjutan. Dalam CSR dikenal konsep

Triple bottom line yang s

dapat diartikan bahwa CSR merupakan

kepedulian perusahaan yang didasari tiga

.

M

Pekerjaan Sosial di

Dunia Industri

yang mendasari praktik CSR tersebut

terdiri dari aspek ekonomi, Sosial, dan

Aspek Ekonomi

perusahaan harus mencari keuntungan

ekonomi yang memungkinkan untuk terus

Aspek sosial

dapat

diartikan

perusahaan

harus

memiliki

kepedulian

terhadap

kesejahteraan

manusia.

Beberapa

perusahaan mengembangkan program

CSR seperti pemberian beasiswa bagi

pelajar sekitar perusahaan, pendirian

sarana

pendidikan

dan

kesehatan,

penguatan ekonomi kapasitas lokal, dan

bahkan ada perusahaan yang merancang

skema perlindungan sosial bagi warga

Aspek Lingkungan

lingkungan hidup dan berkelanjutan

keragaman hayati. Beberapa program CSR

yang berpijak pada prinsip ini biasanya

berupa penghijauan lingkungan hidup,

penyediaan sarana air bersih, perbaikan

permukiman, pengembangan pariwisata.

Dari uraian tersebut dapat diambil

kesimpulan bahwa CSR mengusung suatu

paradigma baru bahwa dunia usaha tidak

boleh hanya memperhatikan catatan

(single

bottom line)

konsep keuangan, sosial dan aspek

lingkungan yang biasa disebut konsep

triple bottom line

economic

prosperity,

environmental

qualitysocial justice

elemen ini merupakan kunci dari konsep

pembangunan yang berkelanjutan.

Tujuan dari pelaksanaan Program CSR

serperti

yang

dikutip

dari

.

(http:www.csrreview-online.com/

lihatartikel.php?id=23

adalah

sustainability

membangun

kembali

kepercayaan

masyarakat terhadap pemerintah dan

pemulihan citra baik BUMN, dimana

melaksanakan program CSR bukan berarti

stakeholder’s

Implementasi CSR untuk BUMN untuk

saat ini terlihat dalam program-program

pengembangan

dan

pemberdayaan

Lilis Puspitawati