< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8

Page 2 of 8
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

264

H a l a m a n

PENDAHULUAN

Knowledge management

kegiatan organisasi dalam mengelola

pengetahuan sebagai aset, dimana dalam

berbagai strateginya ada penyaluran

pengetahuan yang tepat kepada orang

yang tepat dan dalam waktu yang cepat,

hingga mereka bisa saling berinteraksi,

b e r b a g i

p e n g e t a h u a n

d a n

mengaplikasikannya dalam pekerjaan

sehari-hari demi peningkatan kinerja

knowledge management

beragam antar berbagai ahli. Perbedaan

ini terutama karena masih beragamnya

persepsi atau pendapat tentang

perbedaan informasi dan pengetahuan.

Para ahli dibidang informasi menyebutkan

bahwa informasi adalah pengetahuan

yang disajikan kepada seseorang dalam

bentuk yang dapat dipahami; atau data

yang telah diproses atau ditata untuk

menyajikan fakta yang mengandung arti.

Sedangkan pengetahuan berasal dari

informasi yang relevan yang diserap dan

dipadukan dalam pikiran seseorang.

Sedangkan pengetahuan berkaitan

dengan apa yang diketahui dan dipahami

oleh seseorang. Informasi cenderung

nyata, sedangkan pengetahuan adalah

informasi yang diinterpretasikan dan

diintegrasikan.

Jika ditinjau lebih lanjut, maka knowledge

1. Explicit Knowledge

Bentuk pengetahuan yang sudah

terdokumentasi/ terformalisasi, mudah

disimpan, diperbanyak, dipelajari, lebih

mudah direkam, dikelola dan

dimanfaatkan serta ditransfer ke pihak

lain. Contohnya antara lain : buku,

koran, majalah, rekaman dialog dan

multimedia based learning (tape/

kaset, video dan media pembelajaran

lainnya). Contoh dalam kehidupan

sehari-hari yaitu forum tanya jawab

pada milis dan penulisan artikel di blog

maupun di website, Lecture note atau

bahan kuliah, yang keseluruhannya

adalah bentuk dari Explicit Knowledge

2. Tacit Knowledge:

Pengetahuan yang berbentuk know-

how, pengalaman, skill, pemahaman,

maupun rules of thumb. Tacit

knowledge ini kadang susah kita

ungkapkan atau kita tulis, karena

knowledge tersebut tersimpan pada

masing-masing pikiran (otak) para

individu dalam organisasi sesuai

dengan kompetensinya. Contohnya,

seorang koki hebat kadang ketika

menulis resep masakan, terpaksa

menggunakan ungkapan “garam

secukupnya” atau “gula secukupnya”.

Soalnya memang dia sendiri nggak

pernah ngukur berapa gram itu garam

dan gula, semua menggunakan know-

how dan pengalaman selama puluhan

tahun memasak.

TacitExplicit

Knowledge

empat proses konversi, yaitu : Sosialisasi,

E k s t e r n a l i s a s i ,

K o m b i n a s i

d a n

Internalisasi.

Sosialization

yang diciptakan berdasarkan interaksi

dan pengalaman langsung, hal ini

menyebakan terjadinya transfer tacit

knowledge ke tacit kenowledge,

contohnya seperti : percakapan

.

Externalization

knowledge berdasarkan dialog dan

r e f l e k s i ,

m e n y e b a b k a n

pengartikulasian tacit knowledge

menjadi explicit knowledge misal :

penulisan buku, diary, majalah,jurnal

dll.

Combination

knowledge berdasarkan konversi

explicit knowledge menjadi explicit

knowledge yang baru melalui

sistemisasi dan pengaplikasian explicit

knowledge dan informasi misal :

Lita Wulantika