< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 5 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

275

H a l a m a n

kamu lakukan?

Yokobayashi (1988) menjelaskan bahwa

s e t s u z o k u s h i

s o r e d e

u n t u k

menggabungkan kalimat dengan kalimat,

dapat digunakan pada waktu :

a. Mengungkapkan kenyataan secara

umum tentang alasan, peristiwa yang

terjadi

seb elum nya

sehingga

menimbulkan akibat tertentu.

Mempunyai arti yang sama dengan

node

Contoh :

(19) 姉はこのごろ甘い物ばかり食べ

ています。それで太ってしまいまし

た。

Ane wa konogoro amai mono bakari

tabeteimasu. Sorede futotte

shimaimashita

aAkhir-akhir ini kakak perempuan saya

selalu makan makanan manis saja.

Karena itu

b. Merespon pembicaraan lawan bicara

dalam bentuk pertanyaan yang

mempunyai arti sama dengan

“akibatnya bagaimana?, kemudian

bagaimana?”

Contoh :

(20)A: 彼は怒って、帰ってしまっ

た。

Kare wa okotte, kaetteshimatta

Akhirnya dia pulang karena marah

(20)B: それで、あなたらどうするつ

もりですか。

Sorede, anata wa dousuru tsumori

desuka

Kemudian apa yang akan kamu

lakukan?.

Sokode

Morita (1979) menjelaskan bahwa:

o k od e

d i p e r gu n ak an

u nt uk

menyambungkan anak kalimat dengan

anak kalimat, kalimat dengan kalimat

(tidak terbatas pada satu anak kalimat

s a j a ) .

K a l i m a t

p e r m u l a a n

dipergunakan sebagai syarat dan

alasan pada waktu melanjutkan

kalimat yang berikutnya.

Contoh :

(21) このごろよく雨が降るから、そ

こで私は出かけるときにはいつも傘

を持っていくことにしています。

Konogoro yoku ame ga furu kara,

sokode watashi wa dekakeru toki ni wa

itsumo kasa o motte iku koto ni

shiteimasu

Karena akhir-akhir ini hujan sering

turun, ketika pergi dari rumah saya

pergi membawa payung.

Sokode

berikutnya menyatakan maksud.

Contoh :

(22) このハンカチは安いです。そこ

で私も買うことにした。

Kono hankachi wa yasui desu. Sokode

watashi mo kau koto ni shita

Karena itu

memutuskan untuk membelinya

S o k o d e

d i p e r g un ak an

u nt uk

menyambungkan kalimat dengan

kalimat, anak kalimat dengan anak

kalimat. Dapat dipergunakan pula

pada waktu menunjukkan kalimat

permulaan digunakan sebagai alasan

atau syarat, menunjukkan maksud

kegiatan atau proses. Kalimat terakhir

adalah kalimat verbal. Yokobayashi

(1988).

Contoh :

(23) あまり時間がない。そこで結論

を急ごう。

Amari jikan ga nai. Sokode ketsuron o

isogou

Tidak punya begitu banyak waktu. Mari

kita percepat kesimpulannya

Suruto

Morita (1979 ) menjelaskan bahwa:

Suruto

terjadi suatu perbuatan yang diikuti

oleh perbuatan lain sebagai akibatnya.

Soni Mulyawan Setiana