< prev

Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10

Page 6 of 10
next >

Majalah Ilmiah UNIKOM

Vol.10, No. 2

286

H a l a m a n

Mobile WiMax akan mengarah ke layanan

dimana pengguna tidak lagi bergantung

pada jaringan akses dimana ia berada.

Mobile WiMax menawarkan latency

rendah, advanced security, QoS, dan

appropriate spectrum harmonization

worldwide roaming capability

Dynamic

Mobile Radio Channel

hand ofroaming

(Gunawan Wibisono dan Gunadi Dwi

Hutomo, 2010; 12).

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Kelebihan teknologi LTE 4G

LTE adalah sebuah standar komunikasi

akses data nirkabel tingkat tinggi yang

berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan

UMTS/HSPA.

Jaringan

antarmuka-nya

tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G,

sehingga harus dioperasikan melalui

spektrum nirkabel yang terpisah. LTE 4G

juga diyakini mampu meningkatkan

utililisasi teknologi yang telah ada

sehingga dapat menekan biaya yang

dibutuhkan untuk penerapannya.

Perubahan

siginifikan

dibandingkan

standar sebelumnya meliputi 3 hal utama,

yaitu air interface, jaringan radio serta

jaringan core. Di masa mendatang,

pengguna

dijanjikan

akan

dapat

melakukan download dan upload video

high definition dan konten-konten media

lainnya,

mengakses

e-mail

dengan

attachment besar serta bergabung dalam

video

conference

dimanapun

dan

kapanpun.

LTE juga secara dramatis menambah

kemampuan

jaringan

untuk

mengoperasikan

fitur

Multimedia

Broadcast Multicast Service (MBMS),

bagian dari 3GPP Release 6, dimana

kemampuan yang ditawarkan dapat

sebanding dengan DVB-H dan WiMAX .LTE

dapat beroperasi pada salah satu pita

spektrum seluler yang telah dialokasikan

yang termasuk dalam standar IMT-2000

(450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz)

maupun pada pita spektrum yang baru

seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

Beberapa kelebihannya lainnya dari LTE

4G ialah ;

a. Tingkat download sampai dengan

299.6 Mbis/s dan tingkat upload

gingga 75.5 Mbis/s tergantung pada

katrgori perangkat yang digunakan.

b. Peningkatan

dukungan

untuk

mobilitas, sebagai contoh dukungan

untuk

terminal

bergerak

hingga

350km/jam

atau

500

km/jam

tergantung pita frekuensi

c. Dukungan untuk semua gelombang

frekuensi yang saat ini digunakan oleh

sistem IMT dan ITU-R

d. Di daerah kota dan perkotaan,

frekuensi band yang lebih tinggi

(seperti 2.6 GHz di Uni Eropa)

digunakan

untuk

mendukung

mobile broadband

Multicast

Broadcast Single Frequency Network

Fitur ini dapat memberikan layanan

seperti Mobile TV menggunakan

infrastruktur LTE, dan merupakan

pesaing untuk layanan DVB-H berbasis

siaran TV.

Penyebab-penyebab

Layanan

4G

belumdapat digunakan di Indonesia

Seperti kita ketahui bersama bahwa

generasi

teknologi

Telekomunikasi

terakihr yang dapat kita gunakan atau

rasakan sebagai warga di Indonesia baru

hanya sebatas pada generasi 3.5G dan

belum

dapat

menggunakan

secara

maksimal dari layanan generasi 4G

Long

Term

Evolution

pustaka menyebutkan ada beberapa

penyebab layanan dari generasi 4G

tersebut belum dapat kita gunakan,

penyebab-penyebab yang paling sering

dibahas oleh media maupun oleh para ahli

di bidang ini ialah dalam aspek Regulasi,

dan Hardware serta Software pendukung.

Fadhli Fauzi, Gevin Sepria Harly, Hanrais HS